``Jadi aku sempat tarik-tarikan dengan maling itu untuk menghindar. Karena kita teriak-tariaknya kencang, saya sampai terpental, dan malingnya langsung kabur,’’ ujar Tessa di Jakarta, Senin (1/3) sore.
Ketika perampok itu masuk ke rumah Tessa, kawanan lainnya memang sudah menunggu di luar rumah. Ketika tarik-tarikan dengan sang maling, kawanan lainnya sudah menunggu dengan motornya. Jumlah perampok ada empat orang, tiga beraksi masuk ke rumah dan lainnya di sepeda motor.
``Pas saya lihat di belakang saya ada satu orang sudah menunggu naik motor. Jumlah malingnya ada 4 orang,’’ ujarnya.
Hingga kini polisi masih memeriksa rumah Tessa, di kawasan Grand Wisata Bekasi Timur, Jawa Barat sehingga belum diketahui pasti berapa kerugian yang dialaminya. ``Saya belum periksa, sebab rumah saya masih diperiksa oleh polisi dari Polsek Tambun,’’ ujarnya.
Tessa sendiri meminta pada media untuk tidak membesar-besarkan kasus perampokan yang dialaminya itu. Dirinya masih menyimpan perasaan khawatir kalau terjadi sesuatu nantinya.
``Kalau bisa jangan di-blow up, soalnya saya takut, kalau sampai ke media, malingnya bisa kembali ke rumah saya dan mengancam jiwa kita,’’ ujarnya. (kap/K-2)
