• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Jumlah Penduduk Miskin Kalsel Meningkat

MENINGKAT – Jumlah  masyarakat miskin di Kalsel meningkatkan jika dibandingkan tahun 2015 lalu, yang tersebesar di kota sampai pedesaan (Nets)
MENINGKAT – Jumlah masyarakat miskin di Kalsel meningkatkan jika dibandingkan tahun 2015 lalu, yang tersebesar di kota sampai pedesaan (Nets)

BANJARBARU, KP – Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Selatan hingga bulan Maret 2016 hasil pendataan Badan Pusat Statistik sebanyak 195.700 orang yang tersebar pada 13 kabupaten dan kota di provinsi setempat.

Kepala BPS Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, mengatakan jumlah penduduk miskin itu setara 4,85 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Kalsel sebanyak 3,9 juta jiwa.

“Tingkat kemiskinan Kalsel keadaan Maret 2016 tercatat 4,85 persen, naik 0,13 persen dibandingkan penduduk miskin bulan September 2015 sebesar 4,72 persen,’’ ujarnya.

Disebut Diah, jumlah penduduk miskin sebanyak 195.700 orang itu terdiri dari 60.830 orang yang tinggal di perkotaan dan 134.870 orang bermukim di wilayah perdesaan di seluruh Kalsel.

Tingkat kemiskinan perkotaan Maret 2016 turun sebesar 0,79 persen jika dibanding September 2015. Sedangkan di perdesaan mengalami kenaikan sebesar 0,83 persen.

“Selama satu semester, penambahan penduduk miskin 6.540 orang dengan rincian penduduk miskin di perkotaan berkurang 11.700 orang dan perdesaan bertambah 18.200 orang,’’ ungkapnya.

Dijelaskan, peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan (GK) masih lebih besar jika dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan).

“Peranan komoditi makanan masih lebih besar dibanding komoditi bukan makanan dan bulan Maret 2016, peranan Garis Kemiskinan Makanan terhadap garis kemiskinan 71,76 persen,’’ ungkapnya.

Menurut dia, komoditi makanan yang mempunyai peranan relatif besar dalam menentukan Garis Kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, kue basah, telur ayam ras, mi instan dan gula pasir.

Sedangkan komoditas nonmakanan yang mempunyai peranan relatif besar adalah sewa rumah, bahan bakar, air, listrik, biaya pendidikan dan barang-barang perlengkapan mandi.

Dikatakan, periode bulan September 2015 hingga bulan Maret tahun 2016, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan mengalami penurunan.

“Tercatat pada Maret 2016, indeks kedalaman kemiskinan sebesar 0,711 sedangkan indek keparahan kemiskinan sebesar 0,164,’’katanya.(net/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua