• Hari ini : Minggu, 23 September 2018

Kabar Hoax Penculikan Anak Resahkan Warga Tanah Bumbu

Brosur hoax penculikan ana. (Kp/Net)

Batulicin, KP – Warga Batulicin, Tanah Bumbu dihebohkan dengan kabar penculikan anak yang di Kabupaten tersebut.

Belakangan info yang disebar melalui brosur dan media sosial tersebut dipastikan Polres Tanah Bumbu tidak benar alias hoax.

Kabar penculikan anak yang merebak di media sosial di Kabupaten Tanah Bumbu, Kapolres Tanah Bumbu AKBP Kus Subiyantoro SIK tidak benar.

Dia yang didampingi Kapolsek Kusan Hilir iptu Moersani mengatakan tidak ada penculikan anak di Tanbu khususnya di wilayah Kecamatan Kusan Hilir. Semuanya telah diperiksa di lapangan dan termasuk korban yang diduga sebagai korban percobaan pencurian.

“Tidak benar itu. Semuanya sudah kami kroscek dan menemui korbannya. Tapi cerita masyarakat sudah berlebihan dan tidak ada penculikan disini,” katanya.

Meski begitu, ia menghimbau, orang tua tetap harus waspada dan menjaga anak-anaknya.

“Masyarakat harus jeli, jangan sampai menyebarluaskan informasi yang tidak jelas atau menyebarkan hoax. Mereka yang terbukti menyebarkan hoax maka bisa dipidana kurungan penjara,” katanya.

Disebutkannya, brosur yang beredar tersebut merupakan editan dari seorang warga di kawasan Kecamatan Kusan Hilir.

Setelah jajaran Polsek melakukan penelusuran, akhirnya orang yang mengedit tersebut dibawa ke Polsek.

Pelakunya seorang ibu rumah tangga yang mengaku mengedit brosur internet yang bertuliskan dari kepolisian Jawa Barat.

Warning terkait penculikan anak itu ternyata diedit melalui aplikasi telepon seluler dan menuliskan kejadian terjadi di wilayah Wirittasi dan Batuah Pagatan.

Pengakuannya, dia mendapatkan dari media sosial kemudian diedit karena mendengar ada kejadian percobaan penculikan anak di wilayah dua desa tersebut yang belum tentu kebenarannya.

“Jadi si IRT ini mendengar kabar terus langsung mengedit brosur itu dan menyebarkannya di media sosial. Ya orang makin takut lah melihat brosur tersebut,” kata Kapolsek Kusan Hilir, Iptu Moersani.

Apalagi, sampai Minggu (19/8) kemarin tidak ada laporan yang masuk ke Polsek Kusan Hilir. Tak ada korban penculikan anak di wilayah Kusan hilir seperti yang ramai dibicarakan warga.

“Tak ada laporan. Memang sempat mendengar tapi sampai saat ini tidak ada laporan. Kalau memang ada penculikan anak dan kehilangan anak, tidak mungkin tidak melapor,” ujarnya.

Dia meminta kepada warga agar tidak menyebarkan berita yang tidak benar. Sebab, justru akan memperkeruh suasana di Kusan Hilir.

“Jadi tidak benar ada penculikan anak di sini,” katanya.

Postingan tentang brosur penculikan anak yang sempat ramai di media sosial di antaranya facebook akhirnya di hapus pemiliknya.

Hal itu dilakukannya setelah pihak kepolisian menemukan sang pelaku yang mengedit brosur tersebut. Ibu rumah tangga yang mengedit itu akhirnya meminta maaf dan semua postingannya itu langsung dihapusnya.

Menurut Kapolsek Kusan Hilir Polres Tanbu, Iptu Moersani, mengatakan orang yang mengedit sudah meminta maaf dan postingannya sudah dihapus.

“Suaminya kami panggil dan istrinya kami berikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama. Aparat desa yang diisukan terjadi percobaan penculikan anak juga kami panggil,” katanya.

Selain itu, jajarannya juga ke lokasi dan mendatangi rumah korban yang katanya mau diculik. Namun, setelah ditanya perihal tersebut ternyata kabar yang menyebar tidak sesuai dan itu cuma hoax.(net/K-4)

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua