• Hari ini : Rabu, 17 Oktober 2018

“Kalsel Bagaikan Sehelai Kain dari Surga”

Banjarmasin, KP – Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) digambarkan Gubernur, H Sahbirin Noor bagaikan sehelai kain dari surga.

Artinya mempunyai kekayaan alam yang sangat berlimpah untuk kesejahteraan rakyat.

Akan tetapi kekayaan alam Kalsel yang berlimpah tidak akan dapat membawa manfaat kepada rakyat, apabila semua elemen di daerah ini tak dapat bekerjasama dengan baik.

“Termasuk di dalamnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), harus dapat bekerjasama antara satu dengan yang lainnya,’’ ucap Gubernur, Sahbirin Noor, saat sambutan pada HUT Kalsel ke-68, di Halaman eks Kantor Gubernuran, Banjarmasin,  Kamis (9/8).

Forkopimda itu komandannya adalah gubernur, sebut Paman Birin, maka itu dia minta kerjasama yang bagus atau sinergisitas untuk kemajuan pembangunan di Kalsel.

Gubernur itu juga perwakilan pemerintah pusat, lanjut Paman Birin, apabila ‘mungkin’ secara vertical punya komando sendiri, tapi ingat dimana kaki berpijak di situ langit dijunjung, begitu sejatinya.

“Ayo semua forkopimda bahu membahu, berat sama dipikul ringan sama dijinjing dalam mensukseskan pembangunan Kalsel,’’ tegas Paman Birin.

Menurutnya, jika semua bersatu maka visi dan misi pembangunan daerah akan cepat terwujud.

“Saya terngiang dengan  pesan perjuangan dari Pangeran Antasari jika Banua ini tidak ingin maka jangan becakut pepadaan. Artinya semua harus rakat mufakat dalam memwujudkan cita cita besar bersama,’’ ujarnya.

Di hari bersejarah bagi rakyat Kaksel, Gubernur Kalsel mengucapkan terima kasih sekaligus memohon doa agar dalam melaksanakan amanah pengabdian untuk mewujudkan Kalsel lebih baik

Sisi lain, kemeriahan di Hari Jadi diisi berbagai stand kuliner khas Kabupaten atau kota se-Kalsel.

Ada yang unik dengan stand HST karena menampilankan kesenian daerah Madihin yang di bawakan oleh Jumairi dan anaknya.

Tidak disangka Paman Birin begitu asyik dan terhibur mendengarkan pesan-pesan moral yang diselingi humor.

Dengan senyuman khas beliau menikmati makanan didampingi Sekdaprov HA Haris Makkie yang terlihat begitu gembira sambil menyuguhkan makanan kepada Jumairi dan anaknya serta dikasih hadiah secara spontanitas.

Bahkan sebanyak 40 ribu porsi beragam menu makanan tradisional Banjar dan khas  nusantara tersaji di puluhan tenda depan lokasi peringatan dengan cepat ludes.

Pada momentum itu pula, Kalsel dijadikan titik balik untuk mengubah paradikma penghasilan dan pendapatan.

Sebelumnya, sektor pertambangan batubara menjadi sandaran untuk menopang kehidupan di Banua.

Paradikma ini coba diubah di bawah kepemimpinan Gubernur, H Sahbirin Noor dan Wakil Gubernur, H Rudy Resnawan.

Fokus pembangunan ke depan tidak lagi mengandalkan sumber daya alam yang bisa habis.

“Sebab batubara kedepan akan habis. Makanya harus bertransportasi ke sektor yang bisa terbaharui. Eko wisata harus digalakkan,’’ kata Sahbirin Noor.

Konsep pembangunan kepariwisataan yang coba digaungkan oleh pemprov.

Sebab, tak bisa dipungkiri Kalsel memunyai potensi destinasi wisata yang melimpah. Dicontohkan Sahbirin, jika Papua punya Rajaempat, maka Kalsel punya Raja Lima.

“Bapak ibu yang belum tau silahkan kujungi raja empat. Kita sudah punya tinggal dikembangkan,’’ katanya.

Disadari bahwa pariwisata Kalsel masih perlu dipoles agar bisa menggeliat dan menjadi destinasi wisata domestik serta internasional.

Menggelorakan sektor pariwisata Kalsel, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengajak semua pihak untuk berperan dengan bergerak bersama-sama.

“Mari kita bergerak agar wisata Kalsel menuju dunia. Apalagi kita akan punya bandara internasional yang menjadi pintu masuk wisatawan. Serta bersikap yang ramah terhadap wisatawan,’’ ujarnya.

Selain soal Wisata, di usia Provinsi kalimantan Selatan yang 68 tahun, Gubernur Sahbirin Noor tidak melupakan perjuangan pada pendahulu. “Perjuangan terdahulu ini harus kita hargai dan hormati. Kita harus berterima kasih kepada para pendahulu kita, hari ini kita ada, karena mereka ada,’’ kata Sahbirin Noor.

Selama ia bertugas, gubernur yang akrap disapa Paman Birin ini, pemprov sudah menyabet 40 penghargaan.

Menurutnya, jumlah penghargaan tak seberapa dibandingkan dengan perjuangan para pendahulu yang mendirikan provinsi ini menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Penghargaan memang tak seberapa jika dibandingkan saat ini rakyat kita masih ada yang mengalami keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan.

Itu yang harus kita selesaikan bersama. Bergotong royong, berat sama dipikul ringan sama dijinjing,’’ kata Paman Birin.

Diketahui Peringatan hari jadi yang seharusnya digelar pada Selasa (14/8/2018), namun terpaksa dimajukan, karena Paman Birin akan segera bertolak ke Tanah Suci Makkah-Madinah untuk menjalankan ibadah haji.(mns/ban/K-2)

 

 

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua