• Hari ini : Selasa, 16 Oktober 2018

Kalsel ‘Dibanjiri’ Kosmetik Berbahaya

1-diamankan-25klm

Banjarmasin, KP – Wanita tak lepas dari alat atau bahan kecantikan. Namun, harus waspada karena saat ini di Kalimantan Selatan (Kalsel) ‘dibanjiri’ (banyak,red) beredar berbagai jenis produk kosmetik yang berbahaya.

Pasalnya, kosmetik yang dibutuhkan kebanyakan wanita sehari-hari, ternyata banyak tak layak edar atau mencantumkan ijin dari BPOM  serta {[home industri) atau kosmetik yang diolah sendiri tanpa jelas komposisinya.

Dari itu pula, pihak Kepolisian dari Dit Reskrimsus Polda Kalsel, yang melakukan penyelidikan dan atas informasi hingga penindakan hukum.

Telah mengamankan 44.905 jenis produk kosmetik dari berbagai daerah, yang dinilai berbahaya bagi penggunanya.

Bahkan, tak hanya dari penjual yang kebayakan diedarkan via online diamankan atau disita kosmetiknya.

Tapi juga dari home industri atau yang mengolah krem dan bedak pemutih turut diamankan.

“Ada 11 tersangka kosmetik diduga tak layak edar kita amankan,’’ kata Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalsel, AKBP Sugeng Riyadi SIK MH MSi, kepada awak media, Senin (10/10).

Menurutnya, salah satu tersangka berisial Ah, yang punya pengolahan krem pemutih dan semua masih pihaknya dalami hingga melakukan koordinasi dengan BPOM untuk memeriksa kandungan dari bahan kosmetik yang disita.

“Tersangka yang mengedarkan produk tak mencantumkan ijin edar BPOM, maka sesuai Pasal 62 Jo Ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 Undang-Undang Kesehatan, ancamannya maksimal penjara 15 tahun atau denda 15 miliar,’’ jelas AKBP Sugeng, di dampingi Kasubdit I Indagsi, AKBP Suyitno.

Sedangkan, proses penindakan terhadap produk berdasarkan  Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Menurutnya, untuk lokasi penyitaan dari semua tersangka itu, ada tiga TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Martapura Kabupaten Banjar.

Tiga TKP di Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara dan lima TKP di Kusan Hulu dan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu. Dari pengakuan tersangka kalau bisnis itu sudah berjalan 3 sampai 4 tahun.

“Untuk home industri, kita mintakan ahli untuk melihat produk asli atau bukan, dan ini perlu pendalaman lagi. Tapi jelas berbahaya bagi kesehatan. Tersangka mengaku bisa mengolah krem pemutih setelah melihat di internet. Kepada masyarakat harus teliti membeli produk dan kenali dulu atau asli, berijin atau tidak,’’ ujar AKBP Sugeng. (K-4/K-2)

Tag:,
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua