• Hari ini : Selasa, 20 Februari 2018

Kalsel Dukung Kongres Sungai di Banjarmasin

Sekdaprov Kalsel Drs H Haris Makkie saat memimpin Kongres Sungai Indonesia (KSI) III yang dijadwalkan berlangsung 1-4 November 2017 mendatang di Banjarmasin, kemarin.

Banjarmasin, KP – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung sepenuhnya kesuksesan Kongres Sungai Indonesia (KSI) III yang dijadwalkan berlangsung 1-4 Nopember 2017 mendatang di Banjarmasin.

“Ini momen yang sangat bagus untuk membahas sungai-sungai di tanah air, khususnya di Banjarmasin, atau di Kalimantan Selatan, semoga saja dalam kegiatan yang bakal dihadiri sekitar 3000 orang ini melahirkan rekomendasi-rekomendasi bagaimana kita Kalsel, khususnya Banjarmasin mampu merevitalisasi sungai-sungai,’’ kata Sekdaprov Kalsel, Haris Makkie, kemarin.

Ketika menghadiri rapat persiapan pembentukan panitia KSI III di kantor PT Ambapers, Jalan Yos Sudarso (Kompleks Air Mantan) Banjarmasin, Haris Makkie mengakui, Banjarmasin sejak lama dikenal sebagai kota seribu sungai, tetapi kalau melihat kondisi sekarang yang dikatakan seribu itu mana sungainya? tanyanya.

Oleh karena itu, sudah saatnya nanti masalah sungai di banua ini menjadi topik utama yang akan dibicarakan oleh kalangan pakar dalam kegiatan kongres yang sebenarnya tujuannya bagaimana sungai-sungai di tanah air ini bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

Haris Makkie sendiri akan selalu hadir dalam kegiatan ini, baik selagi rapat persiapan maupun pada waktu pelaksanaan yang diharapkan bisa dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Bentuk dukungan Pemprov Kalsel diantaranya adalah menyediakan dana melalui anggaran daerah sebesar Rp500 juta untuk mensukseskan acara tahunan itu, dan dana itu diharapkan bisa ditambah melalui cara-cara lainnya, khususnya dukungan pemerintah kabupaten dan kota, mengingat keterkaitan sungai di wilayah ini dengan sungai-sungai yang ada di daerah-daerah di Kalsel.

Sementara itu, Direktur Ambapers, Syaiful Adhar, yang akan ditunjuk sebagai ketua panitia KSI di Banjarmasin ini juga menyambut baik kegiatan ini, bahkan menurutnya perlu ada hal-hal kearifan lokal yang diketengah yang akan menjadi topik nasional.

Bahkan kalau melihat vitalnya keberadaan sungai sudah sewajarnya, dituntut keberadaan Badan Restorasi Sungai yang akan dibiayayi oleh APBN.

“Kita kan ada Badan Restorasi Gambut, padahal melihat vitalnya sungai yang lebih penting adalah pembentukan Badan Restorasi Sungai,’’ katanya.

Ia pun mengajak semua kalangan untuk bersama-sama membawa persoalan sungai ini sebagai bahasan secara nasional, mengingat Banjarmasin adalah kota dengan seribu sungai maka nantinya harus diusulkan wilayah ini menjadi pusat peradaban sungai, baik dalam pandangan sungai sebagai pusat ekonomi, maupun sungai sebagai pusat pariwisata, dan kepentingan lainnya.

Pada kegiatan itu juga ada usulan agar pemerintah pusat menjadikan kawasan hutan Pegunungan Meratus menjadi kawasan taman nasional yang tak boleh diapa-apakan sebagai kawasan persediaan air untuk kehidupan sungai-sungai yang ada di bawahnya.

Hadir dalam rapat persiapan tersebut, dari pihak pejabat Pemko Banjarmasin, Pemprov Kalsel, PT Ambapers, serta pihak relawan terutama komunitas Melingai, Forum Komunitas Hijau, dan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) yang dari awal banyak berperan mempersiapkan kepanitiaan kegiatan nasional tersebut. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua