• Hari ini : Selasa, 20 Februari 2018

Kalsel Harus Perjuangkan Beri SNI Sendiri

Banjarmasin, KP – Pemprov Kalsel harus memperjuangkan agar bisa memberikan label atau merek Standar Nasional Indonesia (SNI) sendiri, terutama pada produk daerah.

“Kalau mendapat izin atau memberi SNI terhadap produk daerah sendiri, tentu bisa lebih memajukan pembangunan industri di Kalsel,’’ kata anggota panitia khusus (Pansus) Raperda Pembangunan Industri di Kalsel, H Karlie Hanafi Kalianda kepada wartawan, kemarin, di Banjarmasin.

Saran tersebut diungkapkannya, usai Pansus melakukan konsultasi dengan Kementerian Perindustrian di Jakarta, pekan lalu, maupun studi komparasi ke Jawa Timur, untuk menggali masukan mengenai raperda yang akan dibahas DPRD Kalsel.

Karlie mengungkapkan, Kalsel dengan luas wilayah sekitar 3,7 juta hektare atau terkecil dari provinsi lain di Kalimantan, namun memiliki sumber daya alam (SDA) yang cukup potensial untuk menunjang pembangunan industri

Begitu pula ketersediaan lahan untuk membangun industri di provinsinya relatif tidak masalah, tinggal membuat zona-zona yang disesuaikan dengan potensi SDA.

Contohnya, Kalsel memiliki zona industri skala besar, seperti pabrik plyawood di sepanjang pinggiran Sungai Barito, masuk wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), tetapi sejak beberapa tahun belakangan banyak pabrik kayu lapis tersebut tidak beroperasi karena ketiadaan bahan baku.

Kemudian belakangan ini pula diprogramkan dua kawasan ekonomi khusus (KEK) di wilayah timur Kalsel, yaitu Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala) serta Batulicin, ibukota Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

“Pada kedua KEK tersebut juga diproyeksikan menjadi kawasan pembangunan industri. Namun ditunjang dengan ketersediaan infrastruktur, antara lain pelabuhan alam/pelabuhan yang bisa melakukan aktivitas untuk ekspor,’’ ujar politisi Partai Golkar ini. (lyn/K-7)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua