• Hari ini : Senin, 20 Agustus 2018

Kalsel Posisi 18 Investor Terbanyak di Indonesia

SOSIALISASI — KSEI sosialisasikan manfaat fasilitas AKSes di Banjarmasin, Selasa (25/7). (KP/Lili)

BANJARMASIN, KP – Provinsi Kalimantan Selatan menempati urutan ke-18, jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi se Indonesia, dengan jumlah investor sebanyak 4.895 orang, dan berada pada posisi ketiga di Pulau Kalimantan, setelah Kaltim dan Kalbar.

Corporate Communication Officer PT.Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Novian Harry Wibowo mengatakan hal itu saat bersilaturrahmi dengan awak media dalam rangka sosialisasi di banjarmasin, Selasa (25/7).

Menurut dia, berdasarkan data tanggal 17 Juli 2017, jumlah nasabah yang berdomisili di Banjarmasin tercatat sebanyak 2.687 investor, jumlah tersebut meningkat sebanyak 631 atau sekitar 31 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.056 investor.

“Sedangkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia telah mencapai 1.017.641 investor, yang mencakup investor pemilik efek, REksa Dana dan surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Harry mengatakan, bahwa saat ini KSEI bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Pt Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) melakukan berbagai program peningkatan jumlah investor pasar modal melalui kerjasama dengan perguruan tinggi.

“Hasilnya cukup berhasil mengajak mahasiswa sebagai inevestor muda untuk mulai berinvestasi di pasar modal,” ujarnya.

“Saat ini, mungkin secara nilai investasi belum terlalu besar, namun kami memiliki keyakinan bahwa dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan, saat mulai bekerja, mereka akan menjadi investor pasar modal yang berkualitas dan benar-benar paham berinvestasi, sehingga akan mampu mendukung ketahanan Pasar Modal Indonesia,” tambah Harry.

Menurut dia, KSEI juga menyadari bahwa aktivitas investasi di pasar modal yang nyaman perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Menyikapi hal tersebut, pada 30 Agustus 2016 lalu, KSEI telah meluncurkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu atau S-INVEST yang merupakan platform dan sistem yang terintegrasi untuk industri Reksa Dana.

‘Sistem S-INVEST mampu menyederhanakan proses yang dilakukan oleh pelaku industri Reksa Dana dalam mengadministrasikan semua transaksi Reksana Dana, sehingga lebih efesien dan transparan. Dan Indonesia melalui KSEI menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan sistem terpadu untuk Reksa Dana, mengikuti jejak pasar modal Korea Selatan,” pungkas Novian Harry Wibowo. (lia/K-7)

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua