• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Kalsel Siap jadi Tuan Rumahnya MTQ 2020

Foto Ilustrasi. (net/Antara)
Foto Ilustrasi. (net/Antara)

MATARAM, KP – Provinsi Kalsel melakukan ikrar lebih awal untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun 2020. Meski masih lama, namun Gubernur Sahbirin Noor menyatakan akan berusaha mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah.
Hal itu disampaikan Sahbirin usai menghadiri pembukaan MTQN XXVI di Mataram, Lombok?. NTB.

Saat mengunjungi kafilah Kalsel di Hotel Lombok Plaza didampingi Pgs Kakanwil Kemenag Noor Fahmi, Sahbirin memberikan sinyal untuk menjadi tuan rumah. ?Ia  melontarkan keinginannya agar Kalimantan Selatan pada tahun 2020 menjadi tuan rumah pertemuan para ahlul qur’an yang diadakan setiap 2 tahun sekali ini. “Usulkan, kita siap menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada tahun 2020 nanti,” ujarnya.

Mendengar hal itu, Noor Fahmi mengaku akan segera mempersiapkan segala persiapan. ”Kita juga akan mengkoordinasikan dengan pihak terkait. Agar semua persyaratan bisa kita penuhi dan jatah menjadi tuan rumah bisa didapatkan,” cetusnya.

MTQN 2016 ini sendiri dibuka oleh Presiden Joko Widodo, bertempat di Astaka Utama Islamic Centre, Sabtu 30/7) malam. ‘kMTQ merupakan stimulan dalam upaya kita menghayati serta mengamalkan ajaran-ajaran yang dikandung di dalam Al Qur’an.’’ tegasnya.

Jokowi berpesan, agar MTQ tidak hanya dijadikan ajang perlombaan. Lebih dari itu, MTQ harus bisa dijadikan ajang untuk lebih membumikan ajaran Al Quran di tengah masyarakat. “Prestasi adalah yang utama namun yang lebih utama lagi adalah syiar dan dakwah membumikan Al Quran. Harus menjadikan Al Quran sebagai nafas kita,’’ tegas Presiden.
Sementara, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengatakan,  kafilah  peserta MTQ Nasional merupakan orang terpilih sebagai duta daerah. Melalui proses yang panjang mereka ditempa menjadi generasi Ahlul Quran, yaitu orang yang memiliki derajat tersendiri.

“Para pemenang MTQ Nasional nanti tidak sekadar sebagai juara dalam MTQ, tapi juga harus diarahkan sebagai Duta Bangsa Indonesia yang mempromosikan nilai-nilai keislaman yang berkembang di Tanah Air,’’ tegas Menag.

Ia menambakan, Indonesia diharapkan  jadi bangsa religius yang diteladani bangsa lain dan muslim yang unggul yang dapat menentukan peradaban dunia. Selanjutnya Menag menceritakan kilas balik sejarah panjang pelaksanaan MTQ di Indonesia sampai pada perkembangannya tidak hanya mempertandingkan kepiawaian melantunkan ayat-ayat Al Qur’an, kini terdapat sedikitnya tujuh cabang lomba dalam MTQ Nasional. Yaitu, Tilawah (lagu), Hifdzil Quran (hafalan), Syarhil Quran (literasi), Tafsir Quran (pemaknaan), Fahmil Quran (penguasaan konten), Khat (kaligrafi), dan Maqalah Quran (karya tulis ilmiah).

“Keragaman cabang lomba ini menandakan bahwa MTQ Nasional bukan hanya kegiatan yang menampilkan seni suara semata. Lebih dari itu, MTQ ini juga bernuansa ilmiah yang menguji kemampuan menghafal, menafsir, menalar, dan menarasikan ayat-ayat Tuhan,’’ tandasnya. (mns/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua