• Hari ini : Rabu, 18 Juli 2018

Kalteng Butuhkan Rp2,02 Triliun Atasi Krisis Listrik

BELUM BERLISTRIK - Ada sekitar 190.169 rumah tangga di Kalteng ini yang belum dialiri listrik.  (Foto/net)
BELUM BERLISTRIK – Ada sekitar 190.169 rumah tangga di Kalteng ini yang belum dialiri listrik. (Foto/net)

PALANGKA RAYA, KP – Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah membutuhkan setidaknya Rp2,02 triliun untuk mengatasi krisis listrik yang masih terjadi di provinsi nomor dua terluas di Indonesia ini.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Palangka Raya, Senin, mengatakan dana sebesar Rp2,02 triliun tersebut untuk pengembangan energi terbarukan (EBT) dan membangun jaringan distribusi ke seluruh desa-desa terpencil.

“Data yang saya terima, ada sekitar 190.169 rumah tangga di Kalteng ini yang belum dialiri listrik. Setelah dihitung dan dibuat perencanaan, maka Rp2,02 triliun tersebut dapat membuat semua rumah tangga itu teraliri listrik,’’ tambahnya.

Mengejar ketertinggalan rasio elektrifikasi tersebut, pemprov Kalteng terus menggalakkan pengembangan ETB ke desa-desa terpencil yang sulit dibangun jaringan listrik berupa PLTS tersebar, PLTS terpusat, PLTMH dan PLT Bayu.

Sugianto yang sebelumnya berprofesi sebagai pengusaha ini mengatakan pengembangan ETB di desa sulit dibangun jaringan listrik tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp951 miliar dan ditargetkan selesai tahun 2021.

Sedangkan desa-desa yang dapat dibangun jaringan listrik di Kalteng ini ada 313 desa dengan jumlah RT 59.976 sepanjang 2.378 kms. Untuk membangun jaringan listrik itu dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,07 triliun.

“Data ini lah yang membuat kita menyimpulkan bahwa provinsi ini membutuhkan Rp2,02 triliun mengatasi krisis listrik. Jadi, kita rencanakan pembangunannya akan dimulai secara bertahap mulai tahun 2017 hingga 2021,’’ bebernya.

Dia mengakui PT PLN sejak tahun 2010 juga telah berupaya mengatasi krisis listrik di Kalteng. Hal itu terlihat dari dibangunnya pembangkit dan jaringan transmisi tegangan tinggi 150 KV mulai dari Muara Teweh melalui Buntok hingga ke Tamiang Layang maruk ke arah Tanjung Provinsi Kalimantan Selatan.

Pembangkit listrik di PLTMG Bangkanai Muara Teweh dengan kapasitas 155 MW sudah selesai. PLTU di Pulang Pisau berkapasitas 2×60 MW yang saat ini unit 1 dengan daya 60MW sudah komersial dan masuk ke sistem Kalselteng.

“PT PLN juga akan membangun PLTU di Kabupaten Gunung Mas dengan kapasitas 2×100 MW dan ditargetkan 2019 beroperasi. Tidak hanya itu, PLTU di Kobar juga akan dibangun berkapasitas 2×100 MW dan ditargetkan 2021 selesai,’’ demikian Sugianto. (net/K-8)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua