• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Kalteng Fokus Pembuatan Embung dan Sumur Bor

PALANGKA RAYA, KP – Mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan pada tahun 2016 mendatang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kabupaten/Kota se-Kalteng diminta focus pembangunan embung (kolam-red) cadangan air, dan sumur bor, serta penyiapan fasilitas pendukung lainnya.

Hal itu disampaikan Pj.Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo pada Rapat Koordinasi Persiapan Pencegahan dan Pengananan Kebakaran Lahan dan Hutan tahun 2016, berlangsung sehari di Aula Jayang Tingang, kantor Gubernur, Selasa (29/12) yang dihadiri Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pusat.

“Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota harus bersinergi mencegah karlahut 2016,’’ pintanya.

Diakuinya, meski selama ini sejak tahun 1997 kebakaran lahan dan hutan terus terjadi, upaya pencegahan dan penaganannya masih sangat minim, baik dari persediaan pendanaannya, maupun fasilitas pendukung lainnya seperti regulasi dan standar operasi pelaksanaannya (SOB).

Bila ada SOPnya, maka kita akan tahu kapan harus siaga, dan kapan melakukan pencegahan, imbuh hadi Prabowo, seraya menyatakan dana selama ini justru ghanya berada pada pos tak terduga, sehingga baru bisa digunakan hanya pada saat penanggulangan, bukan pada saat pencegahan.

Karena itu iharapkan ke depan, lebih banyak lagi dana berada pada siap pakai untuk penyuluhan, pembuatan embung, dan sumur bor, serta pomda atau mesin semprot. Dan yang lebih penting penyediaan tenaga (SDM) yang handal, agar benar-benar siap menghadapi kondisi dilapangan dalam melakukan pemadaman api dilahan gambut.

Melalui kegiatan rakor tersebut, ia berharap masukan dari berbagai pihak yang terlibat seperti terutama instansi tehnis, para akademisi, LSM Pemerhati Lingkungan hidup serta pers bahkan tokoh masyarakat, bagaimana menghadapi ancaman bencana kemarau dan peristiwa el-nino hingga bulan April 2016 mendatang.

Ditekankan, dalam upaya pencegahan dicari solusi agar melibatkan dan memberdayakan masyarakat sekitar hutan, bahkan pemilik lahan yang rawan kebakaran sebagai ujung tombak dilapangan. Selama ini masyarakat sebatas hanya diimbau, tidak diberikan sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan pencegahan kebakaran lahannya.

Pada acara yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Ir.Abdul Razak, Dan Rem 102 PP, Kapolda Kalteng, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalteng dan beberapa Bupati tersebut, berharap tahun depan tidak ada lagi peristiwa seperti yang dialami kalteng selama tahun 2015 yang dinilainya sangat mengerikan itu.

Sepanjang tahun 2015 lalu, tercatat sedikitnya 500.000 ha lahan dan hutan di Kalteng terbakar, sebagian besar berada di kawasan lahan bergambut yang mengeluarkan asap tebal, sehingga menyebabkan kabut asap pekat hingga beberapa bulan.

Dampak secara ekonomi sangat parah, hingga inflasi di Kalteng mencapai rekor tertinggi nasional pada bulan Nopember 2015 lalu, ditundanya sejumnlah penerbangan dan penyakit ispa menimpa masyarakat. Parahnya lagi, petani Kalteng mengalami keterlambatan melakukan musim tanam, sehngga mengancam target swasembada beras 1 juta topn pada tahun 2015. (drt/K-8)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua