Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> KALTENG Kuala Kapuas Ribuan Warga Datangi Kecamatan Selat

Ribuan Warga Datangi Kecamatan Selat

E-mail Cetak PDF

Kuala Kapuas, KP – Memasuki minggu ke delapan, setiap hari Jumat, Desa Jejangkit Kelurahan Murung Keramat, Kecamatan Selat tak ubahnya obyek wisata yang dijelali ribuan pengunjung. Itu tak lain karena adanya kolam di samping masjid desa setempat, diyakini dapat menyembuhkan penyakit dan memberi berkah.

Padahal, secara kasat mata kolam tampak kotor, berwarna kecoklatan, becek berlumpur tersebut seakan menjadi rangkain ritual. Dimulai dengan wudhu atau mandi, membaca Yasin di tempat imam yang diakhiri dengan mencium tiang utama berbalut kain kuning di tengah Masjid Noor Taqwa itu.

Namun, itu tak menyurutkan niat ribuan warga berbagai usia dari berbagai daerah memanjatkan doa dan mengambil sebagian airnya yang afdol diambil bertepatan adzan Jumat.

Sabirin, keamanan masjid Desa Jejangkit mengaku, di antaranya bahkan ada yang bermalam di masjid dan melakukan ritual mandi malam hari. ``Khususnya pedatang dari luar kota,” akunya di tengah kerumunan umat yang terjadi sejak Jumat (8/1) lalu.

Senada diungkapkan warga Sungai Tabuk, Martapura (Kalsel), Tami yang menyebut air kolam itu berkhasiat sebagai obat. ``Buktinya, penyakit reumatik saya bekurang setelah meminum airnya. Begitu pula darah tinggi sepupu saya berangsur membaik dioleskan pada pundaknya,”  ungkapmya, yang diamimi rombongan menginap lainya dari Martapura, yang datang mengunakan kapal.

Tak hanya dirinya, Saiful Hadi warga Anjir Km 18, Kabupaten Batola, pun mengaku air kolam membawa berkah. ``Itu semua tergantung niat, sebelum mengambil air. Kalau niatnya untuk obat, Insyaallah sakit sembuh, bisa juga diniatkan untuk dimurahkan rizki dan lain-lain,” urainya.

Fenomena itupun menjadi keprihatinan Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM, kenapa warga masih percaya dengan hal-hal seperti, itu apalagi meyakini air kolam dapat sebagai obat. Padahal selama ini pihaknya telah mengaungkan 11 program pelayanan kesehatan gratis untuk warga.

``Apakah kualitas air kolam sehat. Untuk meyakinkan perlu dilakukanya uji laboratorium,” ujar bupati, yang ketika mendatangi lokasi bersama Kapolres Kapuias, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kakandepag setempat Drs H Mahli.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdul Mutalib mengimbau umat muslim agar lebih berhati-hati demi penyelamatan aqidah dan kepercayaan. ``Alam tidak dapat menjadikan kebaikan, kecuali Allah SWT,” serunya.

Untuk itu, ucapnya, sampel air diambil dan diperiksa dinas terkait, kalau terbukti tidak layak makan bertententangan bertentangan dengan Al Qur’an.

Kapolres Kapuas AKBP Yun Imanullan Sik, menegaskan pengamanan akan ditingkatkan secara rutin di lokasi, khususnya hari Jumat. Sebab menurutnya, dengan banyaknya kunjungan warga, tingkat kerawanan pun akan meningkat. (bow/K-3)