Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, Drs H Zahirsyah Rovieq S.Hut, menyatakan dalam upaya memperoleh Adipura titik-titik pantau yang nilai skornya masih rendah perlu perbaikan.
``Tujuan digelarnya kegiatan, untuk memperoleh masukan dan gambaran sampai sejauhmana hasil yang dapat dicapai dalam upaya peroleh Adipura, termasuk perbaikan kekurangan dimaksud,” katanya, pada sosialisasi hasil pemantauan pertama Adipura, Sabtu (13/2) lalu, di aula kantor bupati setempat.
Bupati Kapuas Ir HM Mawardi MM menyatakan kabupatennya ditetapkan sebagai kota kecil terbersih ketiga di tingkat Kalimantan dan menduduki peringkat lima belas dari 55 kabupaten/kota regional Kalimantan, berdasarkan penilaian tim Adipura yang terdiri dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup, melalui pusat pengelolaan lingkungan hidup Regional Kalimantan dan tim penilai dari BLH Provinsi Kalteng 2008/2009.
Sehingga titik-titik pantau perlu diketahui dan diperbaiki. Dengan begitu, ia berharap kepada semua pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, lurah melibatkan Ketua RT di Kecamatan Selat, dan anggota tim pokja Adipura bekerja lebih keras dalam upaya peroleh Adipura hingga awal maret 2010 mendatang.
Karena, lanjutnya, kunci utamnya kebersihan dan teduh, rapi dan tertata, sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14/ 2006 tentang pedoman pelaksanaan adipura, cq Keputusan Bupati Kapuas Nomor 56/BLH/TH 2009 20 Februari 2009. (bow/K-3)



