``Laporan adanya kematian ayam secara mendadak sejak awal Februari tidak ditemukan, sehingga Kapuas aman flu burung,” terang Kepala Dinas Peternakan Kapuas Ir Yansi Rani melalui Kabid Kesehatan Hewan Drh Rudjito kepada wartawan, Senin (29/3).
Terkhusus, lanjutnya, di tujuh kecamatan dinyatakan positif flu burung pada Januari lalu yakni Kecamatan Selat, Kapuas Hilir, Pulau Petak, Kapuas Murungm, Kapuas Kuala, Kapuas Timur dan Basarang.
Dengan demikian, pencabutan status positif itu menjadi bebas flu burung, masih harus menunggu akurasi hasil pengujian Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional V, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
``Selama ini tiada laporan kematian ayam secara mendadak, berdasarkan pantaun PPL di lapangan,” ujar Rudjito.
Meski begitu, status siaga tetap dilaksanakan demi mengantisipasi kembali menjangkitnya virus ini di Kapuas dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan periodik ke setiap kandang unggas di kawasan positif H5N1.
Upaya tersebut dilakukan demi mencegah terjangkitnya manusia oleh penyakit pada unggas yang dapat menyerang manusia dengan angka kematian tinggi tersebut. Untuk itu, imbuhnya, hingga kini posko penanganan virus tersebut tetap disiagakan di tiap kecamatan tersebar se-Kapuas dari awal Deseber lalu.
Drh Rudjito pun mengimbau kepada masyarakat tak perlu kuatir memakan daging maupun telor unggas, karena apabila cara memasaknya dengan suhu minimum 80 derajat celcuis selama satu menit virus H1n1 akan mati, sehingga aman dikonsumsi. (bow/K-3)



