Kuala Kapuas, KP – Tahun 2013 peluang usaha baru bagi nelayan di pesisir pantai di Desa Batanjung Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas kian terbuka. Ini apabila pengerjaan pelabuhan pendaratan ikan (PPI) dan tempat pelelangan ikan itu rampung.
Sebab, nelayan dapat membuat ikan kering maupun ikan olahan di PPI. Pun mereka dapat membuka kios di tempat itu. ``Selama ini ini nelayan melakukan jual beli di laut, sehingga harga ikan kurang bersaing,’’ ucap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Kapuas, Moch Chalinja, Senin (9/8).
Setidaknya keberadaan PPI akan menguntungkan nelayan. Selain harga jual ikan menjadi layak, PPI dapat membuka peluang usaha baru masyarakat. Karena selain nelayan dapat membuat ikan kering maupun ikan olahan di PPI, mereka pun dapat membuka kios di tempat itu.
Diperkirakan, semua itu terwujud pada 2012, sehingga 2013 fungsional. Minimal pengerjaan pengecoran lantai dermaga sepanjang 120 M3 dan penyiringan menggunakan plat beton selesai medio tahun ini.
Menurutnya, hingga sekarang, reaisasi pembangunan dermaga PPI telah mencapai 75 persen. Sementara kekurangan lainya akan dibangun bertahap hingga 2014.
``Apabila dermaga dapat diselesaikan tahun ini, menyusul fasilitas lain tahun selanjutnya, minimal 2012 dapat difungsikan untuk tambat kapal ikan,’’ terangnya.
Ke depan, imbuh Kadis, PPI akan difungsikan sebagai tempat pelelangan ikan. Selain menjadi tempat transit kapal-kapal pembawa barang dari Pulau Jawa.
Diketahui PPI dibangun secara bertahab dengan estimasi biaya APBN murni Rp 16 Miliar dan sharing APBD II dimulai 2007, tahun selanjutnya pekerjaan dihentikan menyusul minimnya penganggaran.
Kemudian pengerjaan PPI dengan luas lebih dari 350 meter persegi (m2) tersebut dilanjutkan 2009 dan akan kembali dikerjakan tahun ini.
Padahal, wilayah Kapuas mempunyai potensi tangkap laut hingga 6.000 ton per tahun, meski nelayan hanya menggunakan kapal-kapal kecil. Sehingga keberadaan PPI diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi nelayan.



