``Tim sudah terbentuk melibatkan antar instansi terkait, dalam waktu dekat segera melakukan penertiban," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Barito Utara, Aswadin Noor di Muara Teweh, Minggu (21/2) lalu.
Menurutnya, tim penertiban ini melibatkan Bidang Tata Kota pada Dinas Pekerjaan Umum, Kecamatan Teweh Tengah, Lurah Melayu dan Lanjas, Satpol PP dan kepolisian setempat.
Sebelum dibentuk tim penertiban ini, kata dia,pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada semua pedagang yang berada di Pasar Pendopo, Barito Permai dan Ipu untuk menggelar dagangannya tidak menganggu pejalan kaki.
``Jadi sebelum ditertibkan, pedagang diminta sudah mentaati aturan yang berlaku," ucapnya.
Dia menjelaskan, tim terpadu ini di bentuk bukan hanya bekerja sekali untuk satu tahun, akan tetapi dilakukan secara rutin di laksanakan dalam satu bulan sekali, bahkan juga dalam satu pekan.
Tim penertiban ini, katanya, diharapkan dapat mengurangi semrautnya kawasan perekonomian di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini.
``Sekarang ini banyak para pedagang dadakan yang datang dengan menggelar dagangan di sembarangan tempat,sehingga berdampak pada penanganan sampah yang terus bertambah," katanya.
Sementara, seorang warga Muara Teweh, Deni Hariadi mengeluhkan banyaknya gerobak pedagang buah di Jalan Sengaji atau di sekitar depan Pasar Barito Permai yang menganggu jalan umum.
``Pedagang itu berjualan siang dan malam, bahkan ada yang berada di di depan rumah dinas salah satu instansi," katanya. (ant/K-3)



