Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> KALTENG Muara Teweh Warga Pasar Blauran Adakan Maulid Nabi

Warga Pasar Blauran Adakan Maulid Nabi

E-mail Cetak PDF

Muara Teweh, KP – Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammd SAW pada bulan Rabiul Awal atau yang disebut bulan Maulid di kalangan kaum muslimin tentunya menjadi momentum hari bersejarah yang tak terlupakan.
Untuk itu, setiap tahunnya kaum muslimin di seluruh dunia memperingati umumnya di mesjid, surau, rumah-rumah ataupun ditanah lapang dengan mengumandangkan syair-syair maulid yang intinya memuji kebesaran Nabi Muhammad.SAW serta disuguhi dengan ceramah agama.

Tak terkecuali warga yang tergabung pedagang Pasar Blauran Kota Muara Teweh telah mengadakan peringatan tersebut di komplek pasar tepatnya di depan kantor koramil jalan Panglima Batur, pada Kamis (25/2) lalu, dengan mengundang ustadt penceramah dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Turut hadir dalam acara Kasdim 1013 Muara Teweh Mayor Inf Abd Salim, kepala Satuan Pol PP H Suriansyah serta tokoh beberapa masyarakat dan pihak kepolisian.

Sebelum acara tausiyah dimulai sekitar pukul 20.00 WIB seputar kelahiran Nabi Muhammad SAW terlebih dulu kelompok maulid yang anggotanya kaum muda melantunkan syair-syair habsyi dengan di ikutinya ribuan pengunjung laki-laki dan perempuan baik tua ataupun dewasa.

Dalam tausiyahnya ustadt muda Ahmad Mulkani menerangkan seputar hari lahirnya Nabi yang jatuh pada 12 rabiul Awal atau sekitar 14 abad yang lalu itu hendaknya di jadikan peringatan yang bersejarah.

Menurutnya,dalam kehidupan sehari-hari hendaknya mengikuti suri tauladan apa yang telah di ajarkan oleh Nabi Muhammad.SAW kepada semua umat manusia, agar selamat baik di dunia ataupun di yaumil kiamah.

``Saya mengingatkan kepada kaum muslimin khususnya warga pedagang pasar Blauran dan masyarakat pada Barut agar dalam menjalankan kehidupan sehari-hari hendaknya menuruti apa yang telah diajarkan oleh Nabi,”ucapnya.

Ustadz Ahmad Mulkani juga mengingatkan, dalam hal menerapkan perdagangan atau berjualan hendaknya berlaku secara jujur serta jangan sampai mengecawkan para pembeli dengan tipu daya saat menawarkan dagangan.

``Karena Rasullullah sudah katakan barang siapa menipu umatku maka aku tidak akan mengakui dia sebagai umatku,”tegas ustadt pemilik biro perjalanan haji dan umroh El – Mizab Tours ini. (asa/K-3)