Muara Teweh, KP - Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) memperingati Hari
Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke-54, yang dilaksanakan
secara sederhana dengan melakukan upacara di halaman kantor Bupati setempat,
Senin (23/5).
Pada peringatan HUT Kalteng tersebut, bertindak sebagai Inspektur upacara,
Sekretaris Daerah (Sekda) Drs H Sapto Nugroho MM yang dihadiri seluruh Kepala
SKPD lingkup Pemkab setempat.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang SH dalam sambutan
tertulisnya yang dibacakan, Sekda H Sapto Nugroho mengatakan sesuai dengan tema
peringatan HUT Kalteng ke 54 yaitu Teruskan dan Tuntaskan Pembangunan serta
Pemberdayaan Masyarakat di Berbagai Bidang Guna Terwujudnya Masyarakat
Kalimantan Tengah yang Sejahtera dan Bermartabat.
``Saya mengajak segenap pemangku kepentingan dan seluruh lapisan masyarakat
bahwa dalam dimensi sejarah, usia 54 tahun merupakan usia yang relatif matang
dan penuh semangat untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tertunda,’’ katanya.
Dikatakannya, bahwa keberadaan Provinsi Kalimantan Tengah saat ini memiliki
arti yang sangat penting untuk mewujudkan mimpi para pendiri Provinsi ini untuk
membuka keterisolasian guna mengeluarkan masyarakat kita dari situasi
keterbelakangan serta mampu mensejajarkan diri dengan provinsi-provinsi maju
lainnya.
``Untuk itu sangat diperlukan kerjasama, harmonisasi dan koordinasi yang
baik dalam menetapkan suatu kebijakan yang mampu mensinergikan energi semua
lapis pemerintahan, masyarakat dan pengusaha yang ada di Provinsi Kalteng,’’
jelasnya.
Dikatakannya, melalui peringatan hari jadi Kalteng ke 54 ini marilah kita
bersama untuk membentuk kebersamaan dan komitmen yang kuat dalam membangun
Kalteng yang sejahtera dan bermartabat melalui falsafah Huma Betang dalam
bingkai NKRI.
Dijelaskannya, dengan moment hari jadi ke 54 provinsi Kalteng ini jadikan
sebagai energi pendorong untuk mengakselerasikan pembangunan di Kalteng sebagai
satu bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Nasional di wadah NKRI.
Untuk itu jelasnya lagi, yang perlu dilaksanakan adalah membangun suatu
paradigma pembangunan yang memihak kepada penduduk miskin. Percepatan
penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan mengubah paradigma pemberdayaan
masyarakat dari yang bersifat top-down menjadi partisipatif dengan bertumpu pada
kekuatan dan sumber-sumber daya lokal.
Untuk mencapai kemapuan manajemen tersebut, Pemerintah Daerah dan
Pemerintah Desa perlu bekerjasama dengan pihak-pihak lain yang berminat dalam
program penanggulangan kemiskinan yaitu para pengusaha, para lembaga swadaya
masyarakat serta pihak manapun juga yang mempunyai kepedulian untuk
mensejahterakan dan memakmurkan rakyat Kalimantan Tengah.
Lanjutnya, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengelola SDA dengan baik, memanfaatkan secara arif dan bijaksana untuk peningkatan kehidupan masyarakat serta tata kelola pemerintahan yang baik, dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi akibat degradasi dan deforestasi hutan dan sumber daya alam.



