Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> KALTENG Palangkaraya Kesejahteraan Petani Terus Membaik

Kesejahteraan Petani Terus Membaik

E-mail Cetak PDF

PALANGKA RAYA, KP - Badan Pusat Statistik (BPS)  Kalimantan Tengah (Kalteng)  menilai kesejahteraan petani di wilayah itu awal tahun ini cenderung terus mengalami peningkatan dengan nilai tukar petani (NTP) sebesar 101,30 persen.

``NTP Januari lalu naik 0,55 persen dibandingkan dengan NTP Desember 2009, sehingga mencerminkan kesejahteraan yang juga terus membaik meski tipis," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kalteng Dantes Simbolon, di Palangka Raya, Selasa (2/3) lalu.

 

Kenaikkan kesejahteraan petani selama ini diukur melalui nilai tukar petani yang merupakan perbandingan indeks harga diterima petani dengan indeks harga dibayar petani dalam satu bulan.

Dantes mengatakan, kenaikan NTP pada Januari lalu didorong naiknya indeks harga yang diterima petani (IT) sebesar 0,1,13 persen seiring naiknya harga hasil produksi pertanian di pasaran setempat.

Indeks harga yang diterima petani tersebut, lanjutnya, lebih besar dari nilai indeks harga yang dibayar petani (IB) sebesar 0,58 persen.

Dantes mengatakan, dilihat dari lima subsektor, empat diantaranya mengalami peningkatan nilai tukar yakni tanaman perkebunan rakyat (TPR) naik 0,14 persen, tanaman pangan naik 1,03 persen, hortikultura naik 0,33 persen, dan perikanan naik 0,90 persen.

Sementara subsektor peternakan, menjadi satu-satunya subsektor yang pada bulan Januari lalu mengalami penurunan sebesar 0,88 persen.

Dia menambahkan, kenaikan IT disebabkan empat subsektor yang persentasenya meningkat yakni subsektor hortikultura 0,98 persen, perkebunan 0,56 persen, tanaman pangan naik 1,68 persen, dan perikanan baik 1,57 persen, sementara peternakan turun 0,51 persen.

``Sedangkan untuk indeks harga yang dibayar petani semua subsektor naik persentasenya.

Nilainya adalah tanaman pangan 0,02 persen, hortikultura 0,65 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,42 persen, peternakan 0,38 persen, dan perikanan 0,67 persen," jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa perubahan indeks konsumsi rumah tangga (KRT) mencerminkan angka inflasi atau deflasi di wilayah pedesaan yang pada Januari 2010 nilainya naik 0,72 persen.

Nilai tersebut, terangnya, dipengaruhi kenaikan beberapa kelompok seperti kelompok bahan makanan 0,92 persen, makanan jadi 1,72 persen, kelompok transportasi dan komunikasi naik 0,39 persen.

Sementara kelompok lain yang persentasenya turun yakni sandang turun 0,65 persen, kesehatan 0,04 persen, perumahan 0,34 persen serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga 1,77 persen.

Secara umum, kata Dantes, pada Januari 2009 NTP nasional mencapai 101,19 persen atau turun 0,01 persen dibanding akhir tahun 2009 yang disebabkan penurunan empat subsektor yakni perkebunan, peternakan, perikanan, serta hortikultura.
(ant/K-3)