Sampit, KP - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menginstruksikan seluruh pusat kesehatan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran virus flu burung (H5N1).
``Kami telah memerintahkan seluruh Puskesmas di wilayah Kotawaringin Timur untuk lebih teliti dan mewaspadai pasien dengan gejala tertular virus flu burung,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur Yuendri Irawanto, di Sampit, Rabu.
Ia mengatakan, dikeluarkannya instruksi waspada flu burung kepada Puskesmas itu menyusul ditemukannya ayam yang mati mendadak di Kelurahan Sawahan Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kotawaringin Timur, ayam yang ditemukan mati mendadak itu diduga akibat virus flu burung.
Selain Puskesmas, masyarakat juga diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap flu burung tersebut karena virus tersebut dapat menular ke manusia dan bisa menyebabkan kematian.
Menurut Irawanto, gejala yang dialami oleh orang yang terinfeksi virus flu burung memang mirip dengan penyakit flu biasa, yakni batuk, pilek, demam, pusing, rasa lemah, ngilu yang terjadi selama satu hingga dua minggu.
Selain memberikan instruksi kepada Puskesmas untuk waspada terhadap pasien yang berobat, Dinkes Kotawaringin Timur juga telah melakukan pengecekan terhadap ketersediaan obat tamiflu di Puskesmas mengingat masa obat tersebut saat ini sudah memasuki masa kedaluwarsa.
``Persediaan obat tamiflu yang ada sekarang sudah memasuki masa kedaluwarsa karena obat itu dipasok pada 2009, dan saat ini kami sedang mengajukan permintaan obat tersebut ke Kementerian Kesehatan,’’ katanya.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit Ratna Yuniarti mengatakan, pihaknya saat ini telah menyiagakan kembali tim penanggulangan virus flu burung serta persiapan ruang isolasi dan peralatannya.
``Untuk ruangan isolasi kami sudah siap, hanya obat dan alat pelindung diri serta 'reagen' laboratorium yang masih belum ada. Kami harap kekurangan itu dapat segera mendapat pasokan dari Kementerian Kesehatan,’’ katanya.



