Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> KALTENG Sampit Orang Tua Siswa Keluhkan Pungutan Ijazah

Orang Tua Siswa Keluhkan Pungutan Ijazah

E-mail Cetak PDF


Sampit, -- SEJUMLAH wali siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Kotawaringin Timur mengaku dikenai pungutan hingga ratusan ribu rupiah ketika hendak mengambil ijazah anak mereka yang telah lulus ujian nasional (UN)...
Besar pungutan yang ditetapkan antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.
“Pungutan ini cukup membebani wali siswa karena nilainya cukup besar. Dibayarkan ketika menebus ijazah,” ungkap Sumi, 34, salah seorang wali murid yang berasal dari Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga.
Pungutan dengan dalih sebagai biaya mengambil ijazah ternyata tidak hanya terjadi di sekolah yang berada di wilayah pedalaman.
Menurut Irma, salah seorang wali siswa yang anaknya bersekolah di salah satu SMA di Sampit, pihak sekolah meminta sejumlah uang kepada siswa yang baru lulus UN.
Ketika dimintai konfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kotim Agus Suryo Wahyudi menyatakan tidak begitu mengetahui hal tersebut. Dia juga mengaku tidak mengerti alasan pungutan tersebut dikenakan kepada para siswa.
Padahal, sebelumnya, Agus menegaskan untuk pengambilan ijazah, siswa tidak perlu lagi membayar.
“Kami tidak mengetahui hal itu dan sebenarnya tidak perlu demikian. Tapi, mungkin saja itu merupakan kebijakan sekolah berdasarkan permintaan siswa atau orang tua siswa. Dana itu bisa buat mengganti kertas, upah menulis, atau biasanya untuk pembuatan buku kenang-kenangan bagi para alumni,” terkanya.