Kalimantan Post - Koran Asli Banua

Update Terakhir :08:29:53 AM GMT

Headlines:
>> KALTENG Sampit Pelayanan Pasein Miskin Belum Maksimal

Pelayanan Pasein Miskin Belum Maksimal

E-mail Cetak PDF

SAMPIT, KP - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengakui pelayanan pasien miskin yang ditanggung Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) belum maksimal.
``Pelayanan yang kami berikan kepada pasien miskin tak maksimal karena pada saat pasien tersebut kami rujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, pihak rumah sakit menolak pasien tersebut," ungkap dokter RSUD dr Murjani Sampit, Sutriso, Jumat (25/12).

Dikatakannya, alasan pihak rumah sakit dr Doris Silvanus menolak pasien miskin yang kami rujuk tersebut dikarenakan yang menanggung biaya pengobatan pasien tidak jelas.
Menurut Sutriso, padahal asal usul pasien sudah jelas, dia adalah pasien miskin peserta Jamkesmas, karena pasien peserta Jamkesmas maka seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh pemerintah.

Setahu dirinya, selain rumah sakit dr Murjani Sampit, rumah sakit dr Doris Sylvanus Palangka Raya juga salah satu rumah sakit rujukan di Kalteng dan pihaknya juga tahu rumah sakit dr Doris Sylvanus juga memiliki dana Jamkesmas.

Sebelumnya pihak rumah sakit dr Doris Sylvanus Palangka Raya menerima pasien yang dirujuk ke sana, namun yang membuat pihak rumah sakit dr Murjani Sampit terkejut adalah ada sejumlah tagihan biaya pengobatan, padahal pasien rujukan itu adalah peserta Jamkesmas.

``Apa yang dilakukan pihak rumah sakit dr Doris Silvanus sangat berbeda dengan rumah sakit dr Murjani Sampit, selama ini kami tidak pernah memungut biaya pengobatan pasien miskin rujukan dari daerah manapun yang menjadi peserta Jamkesmas,’’ beber Sutriso.

Harapan pihak rumah sakit dr Murjani Sampit adalah rumah sakit dr Doris Sylvanus dapat menerima pasien miskin rujukan peserta Jamkesmas tanpa dipungut biaya.

``Tindakan rumah sakit dr Doris Sylvanus patut dipertanyakan, kenapa mereka menolak pasien yang kami rujuk ke sana, padahal mereka juga memiliki dana Jamkesmas," katanya.

Dirujuknya pasien miskin peserta Jamkesmas tersebut ke rumah sakit dr Doris Sylvanus Palangka Raya karena rumah sakit dr Doris Sylvanus memiliki peralatan yang lebih lengkap dibanding rumah sakit dr Murjani Sampit.

Sutriso mengungkapkan, pernah terjadi akibat penolakn yang dilakukan pihak rumah sakit dr Doris Silvanus, pasien yang kami rujuk kesana meninggal dunia karena terlambat mendapatkan perawatan.

Sejak kejadian itu, pihak rumah sakit dr Murjani Sampit sekarang mengalami kesulitan harus merujuk kemana lagi pasien peserta Jamkesmas.

Sementara itu, anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, Yohanes Fredi Ering pada saat melakukan reses ke Kotim mengatakan, selama ini dana yang telah dialokasikan ke rumah sakir dr Doris Sylvanus Palangka Raya terkuras dan terpakai hanya untuk mengangkat harkat dan martabat rumah sakit saja.

Rumah sakit dr Doris Sylvanus saat ini dipersiapkan sebagai rumah sakit pendidikan, bekerjasama dengan pihak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Palangkaraya (Unpar).

Dengan adanya keluhan pihak rumah sakit dr Murjani Sampit, ini nantinya akan melakukan pengecekan secara langsung ke sana dan mencari tahu mengapa menolak pasien miskin peserta Jamkesmas rujukan. (ant/K-5)