Kantor BPN Digeledah Tim Kejaksaan

ditulis pada 7 Oktober 2017

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotawaringin Timur menggeledah Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kotim selama kurang lebih tiga jam, Jumat (6/10) dan menyita sejumlah surat dan berkas tanah.

Sampit, KP – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotawaringin Timur menggeledah Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kotim selama kurang lebih tiga jam, Jumat (6/10) dan menyita sejumlah surat dan berkas tanah.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kotim, Hendrianyah menerangkan, penggeledahan itu dilakukan berdasarkan sprindik yang dikeluarkan Kepala Kejari Kotim.

Adapun kasusnya, berkaitan dengan masalah pengadaan tanah serta penerbitan sertifikat prona dan inventarisasi, penguasaan, pemilikan, penggunaan, pemanfaatan tanah (IP4T).

“Kita menggeledah tiga ruangan kepala seksi (kasi),’’ kata Hendriansyah.

Tim kejaksaan mengangkut beberapa buku tanah, dokumen terkait tanah di Jalan Jenderal Sudirman Km 9,9 Sampit yang diduga tidak prosedural.

Sementara itu, Kasi Datun, Datman Kataren yang masuk dalam tim penyidikan, menambahkan, penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi di BPN Kotim.

“Setelah ini kita ajukan persetujuan ke pengadilan negeri, untuk kaitannya proses selanjutnya di Kejari Kotim,’’ tegas Datman.

Setelah selesai melakukan penggeledahan penyidik yang terjdiri dari lima orang jaksa didampingi staf langsung membawa berkas ke kejaksaan.

Setelah pemeriksaan kasusnya itu, Kepala Kejari Wahyudi memastikan dalam waktu dekat bakal menetapkan tersangka dalam kasus ini.

“Terus dikejar ini proses penyelidikannya dan mudahan dalam bulan ini sudah bisa kita selesaikan dan ada tersangka,’’ kata Wahyudi

Namun siapa kali ini bidikan corp Adhyaksa itu dalam kasus BPN?.

Wahyudi masih enggan membeberkannya, namun yang jelas kini jajarannya sudah memeriksa para saksi dan mengumpulkan alat bukti.

Bahkan sebelumnya, Kamis (5/10) penyidik memeriksa mantan Kepala Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Kotim, Jamaludin dan istrinya Lina Liance. Keduanya diperiksa secara marathon hingga Kamis sore.

Jamaludin diperiksa oleh penyidik bukan kali pertama. Dia sudah beberapa kali diperiksa sebelumnya, bahkan dari beberapa kali panggilan penyidik, namun yang bersangkutan sempat mangkir.

Selain Jamaludin sejumlah pejabat di lingkungan BPN juga pernah diperiksa, ada beberapa kasus yang berkaitan di BPN yang tengah ditelusuri kejaksaan.

Mulai dari tumpang tindih sertifikat, penerbitan sertifikat prona, hingga program pengadaan tanah di sejumlah kawasan strategis lainnya, yang disebut-sebut banyak atas nama pihak pejabat BPN.

Siusi lain, sejumlah wartawan dari media cetak maupun elektronik mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kotim, Arya Ismana.

Saat wartawan ingin meliput proses penggeledahan, Arya Ismana mengusir wartawan.

Sejumlah wartawan yang sempat masuk ke dalam langsung diminta untuk keluar.

Beberapa orang dari BPN diminta berjaga-jaga di depan pintu agar tidak ada satupun wartawan masuk, terkecuali penyidik dari Kejari Kotim itu. (net/K-2)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.