• Hari ini : Senin, 19 Februari 2018

Kapal Dharma Kencana II Terbakar Rela Menyelam Selamatkan Kucing Anggora Kesayangan

Jefri Setiara Bagas, yang selamatkan kucing anggora yang berbulu lebat ini.

Pangkalan Bun, KP – Kecintaanya terhadap hewan peliharaannya mengalahkan rasa takut pemuda asal Pontianak, Kalimantan Barat ini, ia rela menyelam menyelamatkan kucing anggora kesayangannya yang telah ia pelihara sejak kecil.

Pemuda yang baru menyelesaikan pendidikan kesarjanaannya di fakultas Hukum, Universitas Janabadra, Yogyakarta ini, merupakan salah satu penumpang selamat dalam tragedi terbakarnya Kapal Dharma Kencana II di 20 Mil dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, tepatnya di posisi 05°04’08″S 109°53’97″E sekitar 47 mil utara Karimunjawa menuju arah Kalimantan, sekitar pukul 04.45 WIB, Minggu (29/10).

Dialah Jefri Setiara Bagas, saat ia menceritakan pengalaman terburuk dalam hidupnya itu, pemuda bertato di lengan kanannya sesekali mengelus kucing anggora yang berbulu lebat dan berwarna kuning cerah yang ia beri nama Kunyis.

Menurutnya, saat itu jam sudah menunjukan pukul 04.45 WIB, sampai subuh ia tidak tahu kenapa matanya tak mau terpejam barang sejenak, iapun bermaksud ingin membeli kopi di cafetaria, kucing kesayangannya ia bawa dalam kandang mungilnya, belum lagi kopi selesai di bikinkan ia mendengar ada teriakan kebakaran di bagian belakang kapal.

Mendengar ada kebakaran ia berlari dengan membawa kucing kesayangannya.

Sesampai di pintu darurat, ia diberi pelampung jaket oleh para ABK yang sibuk mengarahkan penumpang ke sekoci. Saat itu ia diinstruksikan oleh ABK untuk terjun dan tanpa pikir panjang ia menerjunkan diri ke laut.

Sementara kandang kucingnya sudah terlebih dahulu ia ceburkan. Ia tak lupa membuka kunci kandang kucingnya.

Di tengah lautan ia melihat kucingnya muncul ke permukaan sudah terlepas dari kandangnya dan perlahan tenggelam, tanpa pikir panjang Jefri segera menyelam dan meraih kucing kesayangannya dan mendekapnya dengan erat hingga ia berhasil naik ke sekoci.

“Saya pelihara kucing ini dari kecil, jadi saya sangat sayang, saat melihat ia tenggelam saya tanpa berpikir panjang segera menyelam dan meraihnya,’’ ujar Jefri.

Hanya kucing kesayangannya yang berhasil ia selamatkan sementara pakaian dan ijazah sekolahnya dari SD hingga ijazah Sarjana ia duga sudah habis terbakar di kapal. Namun sedikit pun ia tak menyesal, sudah diberi keselamatan dalam musibah tersebut membuatnya sudah bersyukur.

Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah juga menyempatkan berbincang dengan Jefri, bahkan orang nomor satu di Kobar itu sesekali mengelus kucing anggora yang bermanja ria di pangkuan tuannya.

Rencananya, Jefri hari itu juga akan pulang ke Pontianak menggunakan bis yang sudah disediakan oleh Dharma Lautan Utama (DLU).

*Perjalanan Panjang

Cerita lain, ada di antara penumpang yang hanya berbekal penerangan korek gas mencari jalan keluar.

Salah satunya adalah sepasang suami istri asal Salatiga, Jawa Tengah yang hanya bergumam lirih nyaris tak terdengar saat ditanyai namanya. Trauma psikis masih terlihat di wajah mereka yang pucat.

Menurutnya, saat terjadi kebakaran, ia segera meraih anaknya dan mengikatnya dipunggung dengan menggunakan kain agar tidak terlepas.

Sementara, istrinya ia gandeng dengan erat. Dengan penerangan dari cahaya korek gas, ia mencari jalan keluar.

Saat itu, di luar sudah banyak penumpang yang berebut untuk turun menggunakan sekoci.

“Saya mendahulukan istri saya turun menggunakan tali, kemudian baru saya turun, di dalam sekoci sudah ada 15 penumpang lainnya termasuk saya yang sudah naik,’’ papar Sutikno.

Namun, sayangnya sekoci yang mereka tumpangi mogok sehingga mereka dievakuasi kembali ke kapal nelayan yang berada tidak jauh dari mereka dan dinaikan kembali ke kapal bermuatan batu bara dan baru dipindahkan kembali ke kapal Kirana I.

“Tiga kali kami berganti kapal sebelum naik ke Kirana I, barang bawaan saya habis tidak tersisa, hanya pakaian di badan,’’ kata dia.

Sementara itu, penumpang lainnya, Hamid yang berasal dari Demak menceritakan, saat itu ketika asap sudah memenuhi kapal ia bersama penumpang lainnya segera mengenakan life jacket dan diinstruksikan untuk segera terjun ke laut. Hamid tidak ada pilihan.

Tanpa pikir panjang, ia segera terjun ke laut bersama penumpang lainnya. Ombak besar mengombang-ambing tubuh mereka sesaat sebelum ditarik naik ke sekoci.

“Kami terjun ke laut mas, walau takutnya luar biasa tapi kami beranikan diri, selain itu memang tidak ada pilihan,’’ kata Hamid.

*Tim Gabungan Standby

Dengan peristiwa itu pula, kesibukan nampak di Pelabuhan Panglima Utar Kumai.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Pos Sar, KPLP, Dinsos dan KSOP sudah standby sejak pagi hari menyiapkan kedatangan kapal Kirana I yang mengevakuasi sebanyak 213 penumpang dan ABK Kapal Dharma Kencana II yang terbakar di 20 Mil Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, sekitar pukul 04.35 WIB, Senin (29/10).

Beberapa tenda dan perbekalan makanan serta pakaian sudah disiapkan oleh tim di ruang tunggu Pelabuhan Panglima Utar, Kumai.

Saat ini kapal Kirana 1 sudah memasuki muar Kumai dan pukul 09.00 WIB dijadwalkan sandar di Pelabuhan Panglima Utar Kumai. (net/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua