• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Kapolres Teken Perjanjian dengan Keluarga Korban

Kapolres HSS AKBP Sulendar Eka Ristyan Putra SIK, saat melakukan perjanjian dengan Mahmudah, isteri korban Mukhlis di Kantor Camat Daha Barat.
Kapolres HSS AKBP Sulendar Eka Ristyan Putra SIK, saat melakukan perjanjian dengan Mahmudah, isteri korban Mukhlis di Kantor Camat Daha Barat.

Kandangan, KP – Kasus penembakan terhadap Mukhlis (31) oleh aknum Brimob hingga tewas, akhirnya tuntas dan perdamaian berjalan secara kondusif.

Semua dengan adanya pertemuan atau mediasi dengan pihak Polres Hulu Sungai Selatan (HSS), PT SAM dan keluarga korban.

Pertemuan dilakukan di ruang Kantor camat Daha Barat, Rabu (12/10) sekitar pukul 15.00 WITA.

Dari pihak Polres langsung Kapolres HSS, AKBP Sukendar Eka Ristyan Putra,SIK, dari pihak PT SAM, Heru Setyawan, Camat Daha Barat, Kusairi MIP dan Kepala Desa Bajayau Asrani serta pihak korban yang hadir isteri korban Mahmudah beserta 10 orang keluarganya.

Dalam pertemuan tersebut, semua pihak berjanji akan damai dan melakukan kesepakatan.

Kesepakatan itu antara lain, dua orang pelaku penembakan proses hukumnya akan diserahkan pada pihak berwajib.

Sesuai dengan proses yang berlaku. Setelah ada kesepakatan kedua belah pihak, maka tidak akan ada lagi tuntutan dari keluarha korban pada pihak kepolisian dan pada perusahaan sawit yakni PT SAM.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres HSS AKBP Sukendar Eka Ristyan Putra mewakili Kapolda Kalsel juga menyerahkan uang santunan atau biaya hidup pada isteri korban Mahmudah sebesar Rp200 juta disaksikan keluarga korban yang lain serta undangan.

Tak hanya uang santunan, dari pihak perusahaan sawit PT SAM juga memberikan beasiswa berupa CSR pada kedua anak korban hingga tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Untuk diketahui, kedua anak korban saat ini masih kecil, anak pertama laki laki bari kelas 1 SD, sedangkan anak kedua perempuan masih berusia tujuh bulan,’’ ungkap Camat, Kusairi.

Masih menurut Kusairi, kesepakatan disetujui kedua belah pihak tanpa paksaan.

Ini ditandai dengan penandatanganan surat kesepakatan yang ditandatangani oleh Kapolres HSS, Mahmudah isteri korban dengan dua orang saksi yaitu Camat Daha Barat serta Kepala Desa Bajayau Asrani dan dari pihak PT SAM.

“Alhamdulillah pertemuan 2,5 jam tadi berlangsung kondusif dan lancar. Akhirnya masalah dapat diatasi,’’ beber Kusairi.(noi/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua