• Hari ini : Jumat, 19 Januari 2018

Karena Game Pokemon, Dibunuh

DIKUBUR- Setelah dibunuh, M Tabsirul Husna (11) (atas kanan) dikubur oleh pelaku Zainal Hakim (18), karena ingin kuasai Hp berisi {{game Pokemon Go]}. Direktur Dit Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol M Khozim, ketika menjelaskan kronologis pengungkapan kasusnya. (KP/Aqli/ist)
DIKUBUR- Setelah dibunuh, M Tabsirul Husna (11) (atas kanan) dikubur oleh pelaku Zainal Hakim (18), karena ingin kuasai Hp berisi {{game Pokemon Go]}. Direktur Dit Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol M Khozim, ketika menjelaskan kronologis pengungkapan kasusnya. (KP/Aqli/ist)

BANJARMASIN, KP – Karena ingin kuasai Handphone (Hp) berisi game Pokemon Go Tafsirun Husna, anak berusia 11 tahun dibunuh.
Itulah dari motif dibalik dugaan penculikan yang sempat membuat sibuk aparat kepolisian dan akhirnya terbongkar.

Pada awal dugaan penculikan terhadap korban di Gunung Raja Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, Minggu malam silam (24/7).

Teryata semua itu hanya rekayasa dari pelaku Zainal Hakim (18) salah satu santri di Pondok Pesantren di Batibati. Ia tegas membunuh M Tabsirul Husna warga Tambang Ulang ini.

Korban ditemukan tak bernyawa terkubur di sekitar Gunung Raja. Kasusnya terungkap setelah polisi menciduk pelaku yang merupakan teman akrab korban sendiri warga Desa Gunung Raja RT 04 Tambang Ulang Kabupatan Tala.

Pelaku diciduk Unit gabungan Resmob Polda Kalsel, Ranmor Polda Kalsel, unit Jatanras Polres Tala dan Mapolsek  Tambang Ulang, Selasa malam (9/8) pukul 23.30 WITA, di rumahnya tanpa melakukan perlawanan.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel, Kombes Pol M Khozim, kepada awak media, Khozim, terungkapnya kasus pembunuhan ini berkat penyelidikan yang dilakukan anggota kepolisian hingga berhasil menangkap pelakunya.
“Motif pembunuhan dilakukan pelaku hanya untuk mengambil Hp milik korban, yang sering memainkan game pokemon,’’ ujarnya.

Diduga pelaku telah merencanakan pembunuhan terhadap korban, karena sebelum korban dinyatakan hilang, oleh pelaku korban diajak main pokemon di belakang sebuah bangunan yang ternyata disana sudah disiap pelaku peralatan untuk membunuh korban.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, korban diajak main pokemon, kemudian disuruh meminum minuman bersoda yang sudah dicampur dengan racun hama yang membuat korban muntah-muntah dan pingsan,’’ jelas Kombes Pol M Khozim.

Selanjutnya, pelaku mengambil cangkul untuk mengubur korban. Namun untuk memastikan kalau korban benar-benar telah tewas, pelaku memukul kepala korban dengan gagang cangkul dan kemudian memasukan dalam karung dan menguburnya.

“Setelah berhasil mengubur korban, pelaku kemudian mengambil Hp korban, dan untuk menghilangkan jejak pelaku mengirim pesan singkat (SMS) kepada keluarga dan teman korban yang isinya menyatakan kalau telah diculik,’’ jelasnya lagi.

Dalam tulisan melalui pesan singkat, `Tolong aku padahi mama ku aku dibawa paman paman be3 ke banjar pakai motor apansa warna habang, nih sudah di bati bati,aku sudah di paksanya umpat lakasi sawat hp aku diambil”.

(tolong bilangin mama, aku dibawa paman bertiga ke banjar pakai mobil Avanza warna merah, ini di Bati-bati, sudah dipaksa ikut, cepati nanti hp diambil,red).

Atas semua, saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasusnya terutama terhadap pelaku yang merupakan teman korban.
`

`Kita meminta penyidik untuk memeriksa kejiwaan pelaku, sebab perbuatan pelaku ini cukup aneh hanya karena Hp masa ia harus membunuh korban,’’ ujarnya.

 

Hp-nya Dijual
Sementara Kapolres Tala, AKBP Sentot Adi Darmawan melalui Kabagops, Kompol Yusriandi Yusrin, mengatakan pengungkapan itu bermula dari penyelidikan satu keterangan saksi bahwa korban menaiki sepeda motor Honda Beat bernopol DA 6668 LL, seusai shalat di musala dekat rumahnya.

Disebut, pelaku Zainal Hakim membawa korban berburu monster Pokemon Go di areal lokasi pertambangan tanah uruk.
Pengakuan pelaku kepada polisi, hanya ingin memiliki Hp yang dipakai korban bermain Pokemon Go. Korban kemudian diminumi racun rumput.

Setelah 17 hari peristiwa, pelaku menjual Hp korban kepada kenalannya di Kelurahan Pabahanan. (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua