• Hari ini : Minggu, 23 September 2018

Karhutla Terus `Menghantui’ Kalsel

KP/Opiq

PEKAT – Kabut asap menyelimuti kawasan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, Kamis (13/9) pagi. Saking pekatnya, jarak pandang hanya sekitar 5 sampai 10 meter, dan cukup mengganggu penglihatan.

BANJARMASIN, KP – Meski imbauan, ancaman, hingga datangkan pesawat untuk mengatasi serta lainnya telah dilakukan, ternyata kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus `menghantui’ (membayangi dan ditemukan,red) wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hingga dalam beberapa hari ini, udara di beberapa wilayah Kalsel diselimuti kabut asap akibat semua itu.

Bahkan dalam beberapa bulan belakangan ini pula, ribuah hektare lahan telah terbakar.

Meski itu ada yang bisa cepat diatasi agar tak menjalan, dan ada pula yang kewalahan.

Seluruh peralatan pemadaman dalam kondisi siap dan ditempatkan di posko sehingga jika terjadi karhutla bisa digunakan untuk memadamkan api

Ada wilayah yang rawan karhutla yakni Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Tanah Laut, hingga wilayah banua anam.

Di posko terdiri dari pegawai BPBD, dibantu personel TNI dan Polri serta anggota Linmas.

Sisi lain, akibat karhutla, Kamis (13/9) dan beberapa hari sebelumnya, kabut asap kembali ganggu aktivitas masyarakat hingga penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

Penerbangan wings air IW1382 tujuan Banjarmasin-Batulicin, delay selama 50 menit menunggu jarak pandang aman dan safety untuk take off.

Hal sama dialami sejumlah pesawat lainnya yang akan tujuan Banjarmasin.

Bahkan, beberapa hari sebelumnya, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-310 jurusan Surabaya (SUB) – Banjarmasin (BDJ) memutuskan untuk kembali ke Bandara Juanda gara-gara terbatasnya jarak pandang di bandara.

Dari data, sebelumnya dua hektare lahan belukar  di Desa Batu Panggung, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terpantau disatelit adanya titik api yang menimbulkan kebakaran hutan.

di lokasi titik api, tim menemukan lahan kosong berupa semak belukar yang sudah terbakar seluas kurang lebih Dua Hektar milik masyarakat yang sengaja dibakar untuk lahan pertanian.

Bahkan tim yang melakukan pencegahan dan mengatasi karhutla di lokasi kepada warga imbau membuka lahan dengan cara membakar adalah tindakan melanggar hukum dan sanksinya cukup berat yaitu dari denda Rp10 Miliar hingga kurungan atau masuk penjara.

Sementara untuk wilayah Martaputa sesuai keterangan Pelaksana Tugas Kepala BPBD Banjar, I Nyoman Yudiana, ratusan hektare lahan yang terbakar tersebar di beberapa kecamatan yang terdapat hutan dan lahan kosong.

“Data terakhir dari rekapitulasi luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 11 September mencapai 364,8 hektare dari total keseluruhan luas lahan terbakar di Kalsel 1.801,48 hektare,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, luasan hutan maupun lahan terbakar di Kabupaten Banjar dari 13 kabupaten dan kota seluruh Kalsel menempati urutan kedua setelah Kota Banjarbaru seluas 437,83 hektare.

Dijelaskan, sesuai laporan harian siaga darurat Karhutla 2018, prakiraan tingkat kemudahan terbakar kawasan hutan dan lahan di seluruh Kalsel masuk kategori sangat mudah terbakar.

Dari semua, setidaknya untuk mengatasi, harus dikukung masyarakat dengan kesadarannya.

Dan pula dukung, baik sarana-prasarana oleh pemerintah di setiap wilayah.

Banyak tim yang di posko, hanya bisa melakukan pemadaman dengan alat manual, untuk melakukan pemadaman titik api kebakaran hutan dan lingkungan.

Selain sarana dan prasarana, masalah luasnya lahan juga merupakan pekerjaan yang sangat memakan waktu jika ada hots spot yang tidak terjangkau.

Disebut, satu faktor penyebab terjadi kebakaran lahan untuk Kabupaten Banjar dan daerah lainnya adalah lahan tidur.

“Lahantidur penyebab utama terjadinya kebakaran lahan di Kabupaten Banjar dan daerah lainnya di Kalsel.

Kalau lahan digarap ia akan mendatangkan hasil dan bisa dipanen. Tapi kalau dibiarkan menjadi lahan tidur, akan menjadi lahan yang mudah terbakar. Inilah yang sering terjadi,’’ kata Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor di sela panen padi perdana di Desa Sungai Batang Kabupaten Banjar, Kamis (13/9). (*/net/K-2)

 

 

 

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua