• Hari ini : Senin, 22 Januari 2018

Karyawan Bunuh Pimpinan Gudang CV SS

9-3-klm-8-cm-gabung-korban-dan-bb
pelaku FAUZI serta barang bukti

BARABAI, KP – Tewasnya Abdullah Wardani (45) kepala atau pimpinan gudang CV Sinar Sakti (SS), ditangan anak buahnya (karyawan), akibat hantaman mengunakan kayu dan terkapar di gudang tempat berkerja, Rabu malam lalu (30/11), sekitar pukul 20.00 WITA.

Korban adalah Kepala gudang minyak goreng Bimoli di Jalan PH M Noor, Kampung Arab Barabai, Hulu Sungai Tengah.

Setelah kejadian, petugas menyelidiki kasus tersebut dan sambil meminta informasi kepada pelapor pertama yaitu Fauzi.

Dari pengakuan ia yang memutar-mutar dan tidak sama di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisipun mulai curiga kepada Fauzi, yang kemudian mengaku perbuatannya itu.

Informasi awal ada perampokan di gudang CV Sinar Sakti, dan pada saat itu tidak ada saksi.

Kapolres HST, AKBP Mugi melalui Kasat Reskrim, AKP Heru Setiawan SH, mengatakan sekitar pukul 20.30 WITA, Fauzi (26) warga Jalan Tembus Mantul Banjarmasin juga sebagai sopir di CV Sinar Sakti atau bawahan dari korban Abdullah Wardani melaporkan ke SPK Mapolres.

Uniknya, Fauzi sempat pinjam Hp petugas untuk menghubungi keluarga korban di Nanjarmasin.

Pada hari Rabu (30/11) itu juga sekitar pukul 20.30 WITA, Bahrom Majei SE ada melaporkan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan korban Abdullah Wardani.

Bahron setelah mendapat laporan dari Fauzi dari Banjarmasin langsung menuju RSUD H Damanhuri Barabai untuk melihat adiknya yang sudah dibawa kesana dan sekitar pukul 23.30 WITA, baru melaporkan ke Polres HST.

Kasat menambahkan menurut keterangan pelaku Fauzi, ia kesal kepada korban, karena diMarahin dan ada kata yang tidak enak keluar dari mulut korban, saat mengusulkan supaya dinaikan gajinya.

“Kalau dilihat motifmnya dendam, dan ingin menjarah uang yang ada pada korban,’’ tambah Kapolres.

Saat berada di gudang, Fauzi mengambil kayu serta menghantam ke tubuh Wardani dan, baru berhenti memukul setelah melihat korban tak berdaya dengan penuh luka.

Setelah itu, pelaku mengambil uang Rp64 juta, yang ada di meja Abdull wardani dan dimasukan ke dalam kardus, kemudian diletakkan ke pojok gudang (tidak dibawa) agar kejadian tersebut seperti perampokan. (ary/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua