• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Kasus Pembangunan Pasar Cindai Alus Dilaporkan ke Polda

10-3-klm-3-cm-pasar

Banjarmasin, KP – Karena merasa hak selaku pemilik lahan ‘dikebiri’ kemudian Edwin Siregar lewat kuasa hukumnya, H Giyanto SH, melaporkan Sahminan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel.

Semua atas dugaan penyerobotan atau memasuki pekarangan orang lain tanpa izin, sebagaimana dimaksud Pasal 200 KUHP dan atau Pasal 410 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 167 KUHP.

Itu tak lain soal pembangunan Pasar Cindai Alus, yang berada di sebuah lahan di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, dan hingga kini masih dalam sengketa.

Sebab, lahan atau tanah, tempat berdirinya pasar tersebut tercatat atas nama Edwin Siregar.

Namun, yang melaksanakan pembangunan pasar, justru orang lain bernama Sahminan, yang selama ini dikenal sebagai salah seorang pengembang di Kabupaten Banjar.

Keterangan yang disampaikan ke awak media, laporan Edwin Siregar, warga Taman Aries Blok E12 Nomor 31 RT 007 RW 008 Kelurahan Mueruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat ini, sudah tercatat dengan nomor : LP/546/X/2016/Kalsel/SPKT tertanggal 25 Oktober 2016.

Sebelumnya, Sahminan sempat dituding melanggar kesepakatan dengan pemilik lahan dalam hal ini Edwin Siregar.

Karena, pembangunan Pasar Cindai Alus baru bisa dilaksanakan setelah adanya pembayaran jual beli atas tanah, yang dipatok seharga Rp2.240.000.000.

Namun, belum lagi ada pembayaran disebut, Sahminan justru sudah melaksanakan pembangunan pasar, hingga pemilik lahan pun sempat terkejut.

“Ya kasusnya terpaksa kami laporkan ke Dit Reskrimum Polda Kalsel,’’ ujar Giyanto SH, Kamis (8/12).

Dari informasi, pembangunan Pasar Cindai Alus sebelumnya juga disinyalir tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB dan Izin Lingkungan dari Pemkab Banjar.

Disebut pula, instansi Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) sudah melayangkan surat peringatan pertama kepada Sahminan.(*/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua