• Hari ini : Rabu, 17 Oktober 2018

Kasus Pembunuhan Perempuan Tomboy

Banjarmasin, KP – Kasus pembunuhan yang menimpa gadis tomboy, yaitu Eka alias Boy (22), ternyata dipicu karena pelaku terusik dari tidur.

Pelaku MKR (15) nekat menikam Boy, warga Jalan Pasar Lama Banjarmasin Tengah ini juga karena tersinggung dan tidak terima dengan ucapan korban Boy, karena disebut pendatang.

Kapolsekta Banjarmasin Tengah AKP Sigit Prihanto, kepada wartawan, Rabu (16/5) mengatakan, peristiwa berdarah itu bermula kala pelaku terbangun dari tidur karena terkejut mendengar keributan antara Dayat dan Kayla, Pelabuhan Taman Sari Jalan Sudimampir, Kecamatan Banjarmasin, Selasa dinihari (15/5), sekitar pukul 03.30 WITA.

Ditambah lagi pelaku, warga Banjarmasin Barat ini, mendengar teriakan korban, agar keributan dua rekannya itu jangan dilerai.

Seketika itu pula, pelaku bangun dari pembaringannya dan mendatangi korban. Rupanya kedatangan pelaku, malah disambut korban dengan marah.

Disitulah terjadi cecok mulut antara korban dengan pelaku, karena tak tahan suara korban yang semakin kencang, pelaku pun langsung mengambil senjata tajam (Sajam) sudah dipersiapkannya di atas atap seng tempat tidurnya. Saat berhadapan, lalu pelaku langsung menusukan sajamnya ke tubuh korban.

“Dari pemeriksaan pelaku menusukan Sajam ini dalam keadaan sadar tanpa pengaruh apa-apa,” ujar AKP Sigit Prihanto.

Akibat terkena Sajam, korban tak berdaya lagi. Lalu oleh warga sekitar korban dibawa dengan menggunakan sepeda motor ke RSUD Ulin, kemudian langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolseta Banjarmasin Tengah.

Dalam hitungan 12 jam melakukan penyilidikan anggota Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmain dan anggota Buru Sergab (Buser) Polsekta Banjarmasin Tengah, akhirnya dapat membekuk pelaku saat nongkrong di kawasan Jalan Ir PHM Noor Banjarmasin Barat.

“Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan langsung digiring ke Mapolsekta Banjarmasin Tengah,” jelasnya.

AKP Sigit Prihanto mengungkapkan, pelaku MKR mengakui perbuatannya, karena tidurnya terusik. Ditambah lagi, perkataannya supaya Dayat dan Kayla berhenti berkelahi tidak direspon, malah oleh korban menyuruh mereka meneruskan pekelahian tersebut.

Namun, yang membuat pelaku kalap adalah karena perkataan korban kepadanya.

Dimana korban menyebut agar pelaku jangan ikut campur dalam permasalahan tersebut, karena hanya seorang pendatang.

Akibat perkataan itu, pelaku tersulut emosi hingga sempat bertengkar dengan korban. Sampai akhirnya pelaku mengambil Sajam dan menikam korban.

“Dari pengakuan pelalu, usai menikam Sajam jenis pisa mengupas bawang itu langsung dibuang,” kata Kapolsek.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 3 jo Pasal 338 KUHP tentang Penganiayaan.(fik/K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua