• Hari ini : Kamis, 18 Januari 2018

Kebakaran Pemukiman di Banjarmasin Masih Tinggi

Wawali Serahkan Bantuan Kebakaran
Wawali Serahkan Bantuan Kebakaran

BANJARMASIN, KP – Meski Banjarmasin memiliki Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) terbanyak. Namun, kebakaran pemukiman masih menjadi momok bagi masyarakat Banjarmasin.

Sepanjang tahun ini, hingga Rabu (21/9) kemarin, pemukiman warga yang dilalap si jago merah sudah mencapai 45 bangunan. Bahkan, dari jumlah tersebut sudah memakan korban jiwa sebanyak 3 orang.

Namun, dibandingkan dengan tahun lalu di bulan yang sama, angka tersebut jauh mengalami penurunan. Tahun 2015 lalu, di bulan September kebakaran pemukiman mencapai angka 60.

Kepala BPBD dan Kebakaran Kota Banjarmasin, Drs M Hilmi mengunggapkan bahwa, tingginya angka kebakaran pemukiman tahun lalu di bulan yang sama, didasari saat itu berada di musim kemarau.

“Meski mengalami penurunan. Namun, angka kebakaran pemukiman tahun ini di Banjarmasin boleh dikatakan masih tinggi,’’ kata Hilmi Rabu (21/9.

Diungkapkannya, tahun 2014 silam total pemukiman warga yang terbakar jumlahnya 99 bangunan. Angka tersebut, turun satu angka dari tahun 2013 yang sejumlah 100 buah. Bulan Juni lalu menjadi momok besar.

Dari data pihaknya, kebakaran pemukiman warga mencapai 9 kali. Bahkan, jika dihitung kerugian harta benda milik korban kebakaran pemukiman sepanjang tahun ini mencapai Rp23 miliar.

Dipaparkannya, penyebab terjadinya kebakaran pemukiman saat ini, lebih banyak diakibatkan karena konsleting listrik.

Memasuki musim penghujan sekarang, kerawanan kebakaran pemukiman semakin tinggi.

Pasalnya, berdasarkan data pihaknya, bangunan pemukiman warga Banjarmasin masih banyak dari bahan kayu. Tak hanya itu, kabel-kabel listrik milik warga pun sangat rentan terjadinya konsleting.

“Rata-rata penyebabnya karena konsleting listrik,’’ bebernya.

Dibanding empat kecamatan lain, wilayah Banjarmasin Selatan menjadi daerah yang paling sering terjadi kebakaran pemukiman.

Hilmi menyebut, selain masih banyak bangunan kayu disana. Juga padatnya pemukiman warga di daerah ini.

“Dihimbau, memasuki musim hujan sekarang, warga lebih memperhatikan kabel listrik yang sudah tua, dan dijaga keaslian dan keutuhanya. Apalagi memasuki musim hujan sekarang, sangat rentan terjadinya kebakaran,’’ pesannya.

Untuk menangkal dan meminimalisir kebakaran pemukiman di kota ini, Pemerintah Kota Banjarmasin sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat pengadaan 5 unit armada tangki pemadam. Unit tersebut rencananya akan ditempatkan di tiap kecamatan di kota ini.

“Salah satu fungsinya untuk mengamankan aset pemerintah daerah. Sejatinya pun tiap kecamatan satu unit mobil tangki. Saat ini kita belum punya,’’ tandasnya.

Sedangan Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah menyebutkan, untuk meminimalisir kebakaran pemukiman yang kerap terjadi di kota ini.

Pemko akan mendata rumah-rumah yang mudah terbakar.

Contohnya yang masih beratapkan pohon rumbia.

Ia menilai, banyaknya BPK di kota ini tak sepenuhnya membantu pemadaman akibat kebakaran. Menurutnya, harusnya peran masyarakat sendiri yang sama-sama berupaya mencegah dan menangkal terjadinya kebakaran.

“Setelah pendataan nanti, rumah-rumah yang rentan terjadinya kebakaran, akan dibantu renovasi agar bisa meminimalisir terjadinya kebakaran yang besar,’’ kata politisi PDIP Kalsel ini usai menyerakah bantuan kebakaran di Kelurahan Kuripan RT 26 dan 27 Kecamatan Banjarmasin Timur. (vin/K-5)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua