• Hari ini : Minggu, 19 Agustus 2018

Kebijakan Larangan Pemakaian Plastik di Toserba Dapat Apresiasi Kementrian LH

LINGKUNGAN HIDUP – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina saat mememuhi undangan pada acara kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup se Dunia yang dilaksanakan Jakarta Convention Center dan inilah momen yang diabadikan, dan tampak kegiatan tersebut. (KP/Istimewa)

Banjarmasin, KP – Menyusul kebijakan yang dilakukan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang terus dengan kontinyu melarang pemakaian kantong plastik bagi semua toserba khususnya ritel dan toko modern kini mendapatkan apresiasi dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Terobosan pengurangan plastik yang dilakukan kota yang berjuluk seribu sungai ini kini akhirnya menjadi pilot projek kota-kota lain di Indonesia yang akan menerapkan hal yang sama. Bakan walikota juga diminta memaparkan hingga terbitnya Perwali tentang Pelarangan Penggunaan Kantong Plastik.

Selain memberikan apresiasi secara khusus pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pun mengundang khusus pada kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup se Dunia yang dilaksanakan Jakarta Convention Center.

Tak hanya itu, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati yang hadir dalam kegiatan tersebut sangat mengapresiasi langkah yang telah diterapkan Pemko Banjarmasin, dan ia menyatakan, penerapan peraturan tersebut ditiga kota, yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Badung, Provinsi Denpasar, dan Kota Balikpapan merupakan langkah luar biasa.

Bahkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memberikan insentif kepada daerah, yang telah membuat dan menerapkan aturan tersebut. “Saat ini peraturan tentang pemberian insentif itu masih dalam tahap pembahasan, dan nanti bila sudah selesai digodok akan dialokasikan di tahun 2019,’’ ujarnya.

Selain memberikan insentif, lanjut wanita yang dipanggil Ibu Vivien ini, mengatakan, saat ini pihak kementerian juga telah mengeluarkan edaran yang telah dibagikan keseluruh kantor kementerian lingkungan hidup dan kehutanan di seluruh Indonesia untuk memperhatikan pengelolaan lingkungan di kantor mereka masing-masing, dengan menggunakan air daur ulang, hemat listrik, menggunakan kertas bekas, dan ketika rapat tidak menggunakan makanan yang terbungkus plastik.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dalam paparannya menjelaskan, saat pertama kali diterbitkan Perwali tentang pelarangan penggunaan kantong plastik bagi ritel dan toko modern itu, pihak pemerintah daerah tidak langsung menerapkannya sekaligus, tetapi dengan cara perlahan, seperti menerapkan aturan menggunakan kantong plastik berbayar.

Bahkan setelah disosialisasi dengan pihak ritel dan toko modern, Perwali Nomor 18 tahun 2016 itu langsung diberlakukan secara keseluruhan. Dan kenyataanya larangan tersebut diperhatikan, bukan untuk apa-apa. Karena Banjarmasin adalah kota terpadat se Kalimantan. Kemudian sungainya pasang surut, itu (plastik) kalau tidak diambil akan kembali lagi saat airnya pasang. Kemudian pelarangan ini menjadi kebutuhan, sehingga masyarakatpun bisa menerimanya. (vin/K-5)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua