• Hari ini : Minggu, 19 Agustus 2018

Kebijakan Relokasi Advertesing Dituding Anak Tirikan Pengusaha

APPSI KALSEL – Ketua APPSI Kalsel Winardi (kiri) dan Sekretaris APPSI Kalsel Samsuni. (Istimewa)

BANJARMASIN, KP – Menyusul kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin yang dalam waktu dekat akan melakukan penataan Jalan A Yani yang berimbas pemilik Ruko maupun pengusaha reklame menuding Pemko menganaktirikan pengusaha Usaha Kecil Menengah.

Padahal sesuai visi misi walikota yang akan memberdayakan dan berpihak pada pengusaha sampai ini belum dibuktikan terhadap pengusaha Advertising atau Reklame. Buktinya pemerintah yang akan memiliki kerja dinilai kurang berpihak dan malah mecekek pengusaha kecil.

Disisi lain rencana besar tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya. Namun tiba-tiba pemerintah akan memindah dan menata dengan maketnya, karena itulah diharapkan Pemerintah Kota Banjarmasin memikirkan warga kota yang memiliki usaha di kawasan tersebut.

“Kami ingin ada ketenangan dalam berusaha tetapi belum selesai penataan tahun kepemimpinan sebelumnya kini mulai diusir lagi,’’ ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Periklanan Seluruh Indonesia (APPSI) Kalimantan Selatan, Winardi kepada wartawan, di Banjarmasin, Minggu (12/8).

Politisi Partai Nasdem ini juga mengatakan, bagaimana tidak, karena peraturan dadakan itu, hubungan pengusaha Reklame bersama pelanggannya akan bermasalah, dan tentunya akan berpengaruh kepada soal pendapatan, karena berkurangnya prestasi pelayanan.

Menurut Ketua APPSI Kalsel, Winardi, terkait hal tersebut harusnya Pemko Banjarmasin membicarakan bersama pihaknya terlebih dahulu. Jangan asal ganti peraturan, sementara pihaknya masih menjalani kontrak bersama pengguna iklan.

“Perubahan ini kami ketahui sejak masuknya surat dari PUPR, 3 Agustus lalu, bahwa kami harus segera memindah posisi reklame di Jalan A Yani Km 2 karena ada rencana pembangunan trotoar. Nah pertanyaannya, apakah ini tidak bisa dibicarakan baik-baik sementara kami masih menjalani kontrak,’’ katanya.

Winardi melanjutkan, ia mengharapkan Pemko Banjarmasin tidak menambah-nambah masalah kepada pihaknya lagi, apalagi pendapatan reklame sekarang sudah semakin berkurang.

Mengapa demikian, peraturan pembatasan reklame besar contohnya di Jalan A Yani, awalnya berjumlah 16 unit, kemudian diatur reklame di jalan nasional itu berubah menjadi 12 dan sekarang tinggal 10 saja.

Kemudian soal pemindahan dan pembangunan infrastruktur. Apakah Pemko sudah memikirkan solusi penggantinya, sedangkan PAD dari reklame sepanjang Jalan A Yani ini diperhitungkannya pertahunnya mencapai Rp1 milar lebih.

“Apabila P emo tidak bisa mencari solusi penggantinya ya percuma saja. Berarti telah menghilangkan PAD sebesar itu hanya untuk pembangunan. itu jangan sampai terjadi,’’ katanya.

Ia mengatakan lagi, sebelum finis dalam mengatur itu, pihaknya meminta agar Pemko mengundangnya dan mencari solusi tentang lokasi reklame yang akan dipindah. “Saya harap Pemko mau duduk bersama membicarakan soal ini,’’ kata pengusaha advertising ini.

sebelumnya, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, Jalan A Yani akan dipercantik dengan merenovasi trotoar, itu dilakukan karena Jalan Achmad Yani merupakan pintu gerbang masuk ke Banjarmasin. Saat pendatang dari luar datang kondisi Jalan A Yani menjadi pandangan pertama yang dilihat. Apabila itu bagus tentu akan memberi nilai tambah bagi kota.

Penataan tersebut rencananya dari arah Jalan Achmad Yani Km 2 hingga ke luar kota. Maka dari itu pihaknya meminta dukungan masyarakat, terutama para pemilik ruko, bangunan dan reklame sepanjang Jalan Achmad Yani untuk program penataan. (vin/K-5)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua