• Hari ini : Senin, 11 Desember 2017

Kecamatan Lini Terdepan Gerakan Sayang Ibu

Walikota Nadjmi Adhani saat menghadiri Sosialisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Kecamatan Sayang Ibu, di Aula Kantor Camat Cempaka.

Banjarbaru, KP – Terkait Kecamatan Sayang Ibu, Walikota Nadjmi Adhani menjelaskan, ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penurunan Angka Kematian Ibu saat hamil, melahirkan dan masa nifas dan angka kematian bayi.

“Sejak 1996, gerakan sayang ibu adalah gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, utamanya dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi dalam rangka peningkatan kualitas SDM,’’ tandas Nadjmi saat menghadiri Sosialisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Kecamatan Sayang Ibu, di Aula Kantor Camat Cempaka, baru-baru ini.

Dijelaskan Nadjmi, penurunan angka kematian ibu dan bayi, tentunya akan berkontribusi pada meningkatkan indeks pembangunan manusia daerah dan negara, salah satu indikatornya adalah derajat kesehatan.

“Juga merupakan komitmen Internasional dalam rangka mencapai target tujuan pembangunan milenium,’’ katanya.

Dalam pelaksanaan Gerakan Sayang Ibu, sambungnya, kecamatan merupakan lini terdepan untuk mensinergikan antara pendekatan lintas sektor dan masyarakat dengan pendekatan sosial budaya secara komprehensif, utamanya guna mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

“Sebagai suatu gerakan, gerakan sayang ibu telah memberikan kontribusi yang dirasakan manfaatnya dengan adanya data, berkurangnya jumlah kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas serta meningkatnya rujukan yang berhasil ditangani,’’ katanya.

Dengan adanya perubahan sistem pemerintahan dan kebijakan sektor pemerintah, maka pelaksanaan gerakan sayang ibu perlu disesuaikan agar bersinergi dan terintegrasi dengan program dan kegiatan lain di daerah.

“Karena itu diperlukan revitalisasi gerakan sayang ibu sebagai upaya pengembangan melalui upaya ekstensifikasi, intensifikasi dan institusionalisasi,’’ tandasnya.

Untuk mendorong pelaksanaan revitalisasi, tambahnya, perlu dilaksanakan berbagai upaya, termasuk melalui penilaian untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan revitalisasi gerakan sayang ibu, terutama di tingkat kecamatan.

“Dengan adanya penilaian Kecamatan Sayang Ibu, diharap peran pembinaan dan fasilitasi daerah menjadi lebih optimal,’’ ujarnya. (wan/K-5)

%d blogger menyukai ini: