• Hari ini : Kamis, 18 Januari 2018

Kelangkaan BBM Harus Jadi Perhatian Serius Aparat

a-bensin

BANJARMASIN, KP – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Fikri menegaskan, fenomena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan bermotor yang terjadi berulang-ulang khususnya menjelang akhir tahun seperti sekarang ini, sudah sepantasnya mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum agar diketahui penyebabnya.

Selain itu, pihak pertamina selaku pengelola kebutuhan hanjat orang banyak itu, harus pula menjelaskan secara transparan pada masyarakat terkait terjadinya kelangkaan BBM hingga berdampak menyulitkan masyarakat, untuk memperolehnya.

“Sebagai pelindung masyarakat, kepolisian kita harus responsif terhadap fenomena kelangkaan BBM di daerah ini,’’ tegas Fikri, pada wartawan di Banjarmasin, Kamis (22/12).

Fikri mengatakan hal itu, terkait kondisi sejak 10 hari terakhir ini, BBM khususnya di Kota Banjarmasin mulai mengalami kelangkaan, hingga membuat kesulitan karena masyarakat harus antri panjang dan cukup lama untuk mendapatkannya.

Kelangkaan yang sering terjadi ini, lanjut dia, apakah disebabkan salah distribusi, minimnya stok, atau ada unsur kesengajaan memanfaatkan situasi di momen tertentu, hingga menyusahkan masyarakat karena di saat kebutuhan meningkat, barang yang dibutuhkan langka, maka harga dengan sendirinya menjadi naik.

Terlebih, kejadian ini selalu terjadi di akhir-akhir tahun, tentunya patut menjadi pertanyaan dan harus dicari penyebabnya dan tak merugikan masyarakat.

Disinggung kemungkinan adanya kesengajaan, dikarenakan momen hari besar dan tahun baru banyak dana taktis yang harus dikeluarkan oleh perusahaan, utamanya bantuan tak resmi pada berbagai pihak, wakil rakyat dari Faksi Partai Demokrat ini kembali menegaskan, hendaknya aparat hukum harus menyelidikinya.

“Jika itu memang terjadi, itu adalah ranah aparat hukum untuk menyelidikinya, sehingga masyarakat kita tak menjadi susah,’’ kata dia.

Fikri, menjelaskan, kondisi yang terjadi, merupakan salah satunya buah dari regulasi yang ada. Namun demikian, pihaknya selalu memantau setiap kali ada perubahan harga yang terjadi.

Dari itu dia berharap, agar pemerintah pusat tak menaikan harga pada saat momen hari besar atau akhir tahun, di saat kebutuhan masyarakat sedang meningkat dan menjadi beban berat masyarakat, karena barang kebutuhan lain turut meningkat.

“Saya berharap, pertamina bisa menjelaskannya kepada masyarakat secara transparan terkait apa yang terjadi,’’ pinta Fikri. (lia/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua