• Hari ini : Minggu, 27 Mei 2018
  • 28 C

Kelanjutan Taman Edukasi Banua Disokong Rp 3,5 M

BEROPERASI – Taman edukasi Banua di Jalan AES Musafa secara resmi sudah beroperasi sejak, Sabtu (20/1). Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, menyambut baik keberadaan taman itu. (KP/Opiq)

Banjarmasin, KP – Taman Edukasi Banua, yang terletak di Jalan AES Musafa secara resmi sudah beroperasi sejak, Sabtu (20/1).

Di bekas Taman Maskot ini, tersedia beberapa kebutuhan pendidikan bagi anak.

Untuk menyelesaikan pembangunan taman ini, Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sudah menggelontorkan dana sebesar Rp9 miliar pada APBD 2017 lalu.

Meski sudah banyak media yang bisa digunakan, namun pembangunan taman tersebut belum 100 persen.

Artinya, masih ada pekerjaan lainnya yang akan dilanjutkan pada tahun ini.

Pada tahun ini, Dinas PUPR sudah mengalokasikan dana sebesar Rp3,5 miliar untuk melanjutkan pembangunan tersebut.

“Wahana di sini sebagian besar berkaitan dengan lalu lintas. Ada rambu lalu lintas, ada kereta api, ada perpustakaan, ada jembatan penyeberangan, ada taman, ada transfortasi darat, dan transfortasi sungai.

Semua berkaitan dengan pendidikan lalu lintas untuk anak-anak,’’ jelas Kepala Dinas PUPR Kalsel, Achmad Sofiani, usai peresmian Taman Edukasi Banua.

Menurut Sofiani, ada beberapa fasilitas lainnya yang harus dilengkapi pada tahun ini.

Di antaranya, adalah fasilitas dermaga dan jembatan penyeberangan sungai.

“Selain jembatan penyeberangan ini, yang harus kami lengkapi juga adalah tempat kuliner,’’ tuturnya.

Di singgung bagaimana operasional Taman Edukasi Banua apakah dipungut pembayaran atau biaya, Sofiani memastikan tidak ada biaya yang ditarik dari para pengunjung yang ingin belajar dan bermaian di kawasan tersebut.

“Sesuai arahan pak gubernur semuanya gratis bagi semua pengunjung, terutama anak-anak,’’ tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menyebut, pendidikan atau penanaman karakter sejak dini sangat penting untuk perkembangan daerah maupun bangsa.

Sebab, katanya, cerminan masa depan itu tergantung dari warna warni saat ini.

“Makanya kita berusaha membuat fasilitas untuk pendidikan anak seperti ini. Di sini, mereka bisa belajar dan bermain.

Dengan mereka belajar maka mereka akan menjadi pintar, jika sudah pintar maka itu namanya berdaya saing,’’ tuturnya.

Salah satu fasilitas yang cukup dibanggakan oleh gubernur adalah keberadaan kereta api anak. Meskipun menurutnya, kereka api sebenarnya belum ada di Kalsel namun sudah menjadi obat perindu.

“Kereta api malam belum datang ke sini, tapi ada kereta api anak dulu. Insya Allah, kereta api malam segera menyusul hadir di Bumi Kalimantan,’’ tandasnya.(mns/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua