• Hari ini : Senin, 22 Januari 2018

Kemarau Siapkan Penanggulangan Air Bersih di Kotabaru

AIR BERSIH – Jelang kemarau mulai sulit diperoleh masyarakat. (KP/Net)
AIR BERSIH – Jelang kemarau mulai sulit diperoleh masyarakat. (KP/Net)

Kotabaru, KP – Memasuki bulan ke 2 kemarau di Kabupaten Kotabaru, kehawatiran akan kesulitan air bersih kembali membayangi warga, pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ), maupun pelanggan perusahaan air swasta kelolaan masyarakat.

Sebelum benar benar memasuki masa sulit air bersih,31/8,  Abdullah, salah seorang pengelola air swasta, warga Desa Semayap  kepada KP menyatakan kesiapannya untuk pelayanan pelanggannya ketika memasuki masa sulit air bersih akibat kemarau berkepanjangan, yang biasanya mengakibatkan debet air keolaannya sangat kecil sehingga tidak mampu lagi membagi kepada pelanggan karena hanya mengandalkan dorongan gravitasi.

“ persiapan yang kami lakukan untuk menghadapi kesulitan air bersih, terutama kepada pelanggan kami, adalah, menyiapkan mesin penyedot air 12 PK, yang apabila dorongan gravitasi sudah tidak mampu lagi memenuhi pembagian air bagi pelanggan.

Namun demikian disamping itu, kami juga akan melakukan penjualan secara bebas terhadap armada penjaja air bersih, tanpa mengganggu gugat aliran sumber untuk pelanggan, melainkan aliran dri sumber lain “. Terang Abdullah.

Di akui oleh Abdullah bahwa, mengelola air  swasta seperti yang dilakukannya lebih sepuluh tahun, sungguh sangatlah sulit. Hal tersebut di karenakan, instalasi pipa yang di pasang, adalah, pipa air yang sederhana, sehingga hampir sepanjang waktu pengelola berkutat mengurusi, mengontrol dan melakukan perbaikan yang hampir setiap minggu terjadi akibat ada kerusakan pada sambungan atau jaringan pipa.

Selain itu, bendungan persiapan, atau cadangan air bersih yang di kelola, tidak terlalu besar, melainkan hanya mengandalkan aliran sungai yang Alhamdulillah tidak pernah mengering. Hanya saja, bisa berkurang drastis debetnya jika kemarau sudah mencapai 3 hingga 4 bulan lamanya.

“ pengelolaan air milik saya sebenarnya dapat di tanggulangi dengan baik, jika semua pelanggan dapat memahami tingkat kesulitan yang di hadapi pengelola.  sehingga tidak menjatuhkan tuduhan  bermacam-macamyang terkadang berimbas kepada konflik, dan ujung ujungna, hanya menghalangi kami sebagai pengelola untuk melakukan pemeliharaan atau mengurus hal lainnya berkenaan dengan pengelolaan air.

Seperti kejadian pada kemarau tahun kemarin, akibat rendahnya debet air yang datang dari sumber sangat mempengaruhi aliran gravitasi,  jangkauan air terhadap pelanggan tentunya sangat terbatas, sementara kami belum memiliki mesin pendorong seperti yang kami persiapkan saat ini.

Nah saat itu, kami berfikir, ketimbang air yang mengalir percuma begitu saja tanpa termanfaatkan sama sekali, kami melakukan inisiatif penadahan dengan bak darurat, kemudian menjualnya dengan bebas kepada armada penjaja air.

Sementara, kewajiban iuran untuk pelanggan, selama air tidak mengalir sampai kepadanya, kami bebaskan. Tapi hal tersebut justru memicu konflik, sebab prasangka sebagaian dari pelanggan bahwa air sengaja kami putus untuk kami jual bebas ke Armada tangki penjaja air bersih, karena ke untungannya lebih besar dari pada bayaran iuran pelanggan. Padahal persoalan yang sebenarnya mereka tidak memahaminya “. Ujar Abdullah.

Di harapkan oleh Abdullah bahwa pengelola swasta seperti dirinya seyogyanya di pelihara oleh pemerintah daerah, paling tidak menaunginya, sehingga ketika menghadapi persoalan dapat terbantukan penyelesaiannya. (and/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua