• Hari ini : Rabu, 19 September 2018

KEMISKINAN DI KALTENG FAKTOR ALAM

Pembukaan Rakor Kesra oleh Plt.Sekda Kalteng Fahrizal Fitri

PALANGKA RAYA, KP — Hal itu diakui Budi Santoso pejabat Dinas Sosial Kalteng usai pembukaan Rapat Koordinasi Bidang Kesejahteraan Soaial, Jum’at (23/3) akhir pekan lalu di Palangka Raya. “Akibat kekayaan alam melimpiah takyat jadi miskin”, ujarnya.

Ko bisa demikian tanya wartawan, dijelaskan lantaran kaya masyarakatnya jasdi manja, sehingga tidak memiliki perencanaan pendapatan untuk ke depanya.

Ia menyebut contoh ikan tinggal memancing sudah dapt sayur di hutan juga tinggal diambil.

Dampaknya mereka kurang memiliki visi untuk membangun kehidupan lebih mapan.

Untuk itu program pengentasan kemiskinan ditempuh dengan berbagai langkah, diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH) bersumber dari dana APBN.

Berikurnya penyediaan dan penyaluran beras sejahtera(Rastra), namun tidak disebutkan berapa realisasinya. Khusus untuk dana tunai PHK telah disalurkan untuk 5212 penerima manfaat dengan total Rp 25 milyar.

Program berikutnya masih melaksanakan pembangunan komunitas adat terpencil di dua Kabupaten yakni Murung Raya dan Katingan masing-masing untuk 32 KK. dan 45 KK.

Dan masih banyak upaya lainnya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kalteng yang mencapai 5,6 persen menjadi lebih rendah lagi.

Rakor Kesra sendiri dibuka oleh Plt.Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, diikuti sedikitnya 52 perserta dari 14 Kabupaten dan Kota se-Kalteng, bertujuan menyamakan visi-misi dan program yang akan dilaksanakan baik tahun berjalan maupun untuk tahun depannya.

Fahrizal berharap melalui Rakor tersebut mampu meningkatkan layanan bidang kesejahteraan rakyat Kalteng untuk mencapai “Kalteng Berkah”.(drt/k-8).

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua