• Hari ini : Rabu, 18 Juli 2018

Keributan di Bengkel Gunawan, Polisi Dibuat Kebingungan

10-3-klm-45-cm-bengkel-upl

Banjarmasin, KP – Ribut dan tegang sempat terjadi di bengkel Gunawan kawasan RK Ilir Banjarmasin Selatan , Jumat (11/11).

Ini antara pihak  Lilicia Artatie Gunawan dan drg Soesiana Ningsih Ongkiwidjojo, dan atas semua itu sempat membuat aparat kepolisian yang ada di lokasi kebingungan.

Karena, mereka tak ingin adanya benturan atau masalah hukum baru. Bahkan selain anggota dari POlsekta Banjaramsin Selatan, juga datang dua anggota Sabhara Polresta Banjarmasin.

Anggota hanya bisa meminta agar semua pihak bersabar dan percayakan prosesnya yang sudah ditangani Polda Kalsel.

Sementara keduabelah pihak, yang masing-masing membawa pengacaranya, mempertahankan argumentasi soal keberadaan bengkel, harta peninggalan yang persoalannya masih bergulir di Dit Reskrimum Polda Kalsel.

Semua berawal dari Lilicia Artatie Gunawan ingin  menyegel dan memasang gembok serta tulisan pengumunan kalau bengkel disegel dan meminta agar aktivitas di lokasi dihentikan.

Bahkan Lilicia Artatie Gunawan, ketika berada di rungan di bengkel itu, meminta karyawan untuk tak beraktivitas, karena sebelumnya sudah dilayangkan surat rencana melakukan gembok tersebut.

Namun tidak berapa lama, sekitar pukul 11.09 WITA,  drg Soesiana Ningsih Ongkiwidjojo datang bersama anak laki-lakinya dan merasa keberatan kemudian merobek tulisan yang bsudah ditempel hingga hingga `perang mulut’ (ribut masing-masing pertahankan hak-nya) serta saling tuding.

Menurut drg Soesiana Ningsih Ongkiwidjojo, kalau dirinya merasa keberatan dengan penyegelan dan dilakukan Lilicia Artatie Gunawan.
Karena tidak sesuai dengan prosedur atau sama saja main hakim sendiri.
Sebab memang bengkel yang sekarang dianggapnya adalah miliknya dan kalau memang milik Lilicia Artatie Gunawan, maka yang berhak melakukan penyegelan adalah lembaga penegak hukum atau pihak pengadilan.

“Saya akan meninggalkan bengkel ini, kalau kalian ada memiliki surat penyitaan dari pihak pengadilan, atau ada memiliki legalitasnya,’’ teriak Soesiana.

Karena menurut Soesiana berdasarkan putusan PK menyatakan kalau bengkel itu milik almarhum Suryadi Gunawan, mantan suaminya.
Tak hanya disitu, dari pihak Lilicia Artatie Gunawan juga mengatakan tidak akan menggugat drg Soesiana lagi, apabila bisa menunjukan bukti sertifikat jual beli yang aslinya. Karena selama ini hanya fotocopynya saja.

Tentunya di fotocopy, yang disebut jual beli itu menyatakan kalau bengkel Gunawan telah dijual Budiman Gunawan kepada Suryadi Gunawan.

“Kami tidak akan mengganggu drg Soesiana lagi, bila ia bisa menunjukan sertifikat atau akta jual beli yang asli,’’ balas Lilicia.
Setelah melalui perundingan yang cukup alot dengan ditengahi pihak kepolisian akhirnya keduanya meninggalkan bengkel tersebut.

Sebelumnya diketahui, kasus dugaan pemalsuan sertifikat bengkel Gunawan dengan terlapor drg Soesiana Ningsih Ongkiwidjojo, masih ditangani pihak Dit Reskrimum Polda Kalsel.

Proses penyidikan dengan kembali memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan tambahan hingga akan memanggil notarisnya. (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua