• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Kesbangpol Gelar Seminar Multikulturalisme Umat Beragama

SEMINAR - Seminar Multikulturalisme Umat Beragama yang dilaksanakan di aula Bapeda, Rabu (3/8). (KP/Sugito)
SEMINAR – Seminar Multikulturalisme Umat Beragama yang dilaksanakan di aula Bapeda, Rabu (3/8). (KP/Sugito)

Pulang Pisau, KP – Dalam upaya menjaga toleransi umat bergama di Kabupaten Pulang Pisau,  Bandan Kesbangpol dan Limas Kabupaten Pulang Pisau mengadakan seminar Multikulturalisme Umat Beragama dengan tema Berbeda Keyakinan tetapi tetap satu dalam kebersamaan.

Kegiatan seminar ini dilaksanakan di aula Bapeda, Rabu (3/8) kemarin dengan melibatkan berbagai peserta diantaranya, Toga, Todat, Tomas, Budayawan, Pemuda, Ormas, LSM dll.

Kepala Badan Kesbangpol dan Liman Kabupaten Pulang Pisau Swady mengatakan, sebagai kabupaten yang berpenduduk majemuk dari suku, budaya dan agama, diperlukan kearifan dan kedewasaan dikalangan umat beragama untuk memelihara keseimbangan didalamnya dan diperlukan  kebijakan dan strategi untuk menciptakan dan memelihara suasana kebebasan beragama dan kerukunan umat beragama guna mewujudkan masyarakat Kabupaten Pulang Pisau yang aman, damai, sejahtera dan bersatu.

Selai itu kata Swady, sikap saling menghormati merupakan salah satu wujud kerukunan umat beragama dan pengamalan sla pertama Pancasila.

“Menciptakan suasana rukun umat beragama di Kabupaten Pulang Pisau menjadi sangat penting yakni dengan memelihara dan menjaga kerukunan antar umat beragama dengan saling menghormati, menghargai serta rasa toleransi yang membudaya,’’ ujarnya.

Lebih lanjut disampailan,  Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu dari 14 Kabupaten/Kota yang ada dipropinsi Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 8.997 Km2 yang berpenduduk majemuk terdiri dari suku, budaya dan agama.

Penduduk di Kabupaten Pulang Pisau lanjut Swady terdiri dari beberapa suku yang tersebar di 8 kecamatan dengan
95 desa dan 4 kelurahan yang terletak dipesisir sungai Kahayan di bagian tengah dan hilir/muara serta di bagian hilir sungai Sebagau dengan jumlah penduduk pada tahun 2014 sebanyak 123.300 jiwa.

Sementara bagian terbesar dari penduduknya menganut agama islam, kristen, khatolik, hindu/kaharingan, budha dan konghucu bahkan beberapa aliran atau sekte keagamaan tumbuh berkembang.

“Maka dari itu sangat diperlukan kearifan dan kedewasaan dikalangan umat beragama untuk memelihara keseimbangan didalamnya,’’ pungkasnya. (SGT/k-8)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua