• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Khofifah Serahkan Bantuan Sosial

Menteri Sosial Ripublik Indonesia Kofifah Indar Parawangsa di dampingi Bupati Pulpis H. Edy Pratowo menghadiri penyerahan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di GPU Handep Hapakan, Rabu (21/12).
Menteri Sosial Ripublik Indonesia Kofifah Indar Parawangsa di dampingi Bupati Pulpis H. Edy Pratowo menghadiri penyerahan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di GPU Handep Hapakan, Rabu (21/12).

PULANG PISAU, KP – Sebanyak 498 keluarga penerima manfaat (KPM) Kecamatan Kahayan Hilir dan Jebiren secara simbolis menerima bantuan sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang secara simbolis diserahkan Menteri Sosial Ripublik Indonesi (RI), Kofifah Indar Parawangsa di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (21/12).

Pencaiaran bantuan sosial Program Kesejahteraan Harapan (PKH) ini merupakan pencairan tahap ke 4 dengan total dana yang di cairkan mencapai Rp. 232.437.500 yang pencairannya melalui Kantor Pos.

Selain pencairan PKH, Menteri Sosial, Kofifah Indar Parawangsa juga memberikan bantuan paket sandang, berupa handuk dan 2 lembar kaos kepada 498 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan bantuan kepada 20 anak berprestasi berupa, tas sekolah, sepatu dan kaos.

Saat di konfirmasi awak media. Menteri Sosial Kofifah Indarparawangsa mengatakan, bahwa ini adalah bagian proses monitoring pencairan PKH tahap ke – 4. PKH adalah program bantuan sosial bagi keluarga 11 persen status ekonomi terbawah. Per bulan Desember ini kata Kofifah, jumlah penerima PKH se- Indonesia adalah 10 juta jiwa.

“Dari 10 juta jiwa penerima progam Sosial PKH ini, Kabupaten Pulang Pisau mendapat alokasi 2500 jiwa,’’ katanya.

Lebih lanjut diungkapkan, hari ini merupakan pencairan PKH tahap 4, dan saya ingin memastikan bahwa semua pencairan PKH akan selesai di pada bulan Desember ini dan inssaallah, pada bulan Pebruari 2017.

“Kita ingin mulai lagi pencairan PKH tahap 1. Oleh karena itu, saya berharap ada fungsi  konflomentaritas. Kalau PKH yang diintervensi adalah gizi anaknya dan kebutuhan sekolahnya terpenuhi, tetapi ini tidak memutus mata rantai kemiskinan orang tuanya, makanya intervensinya adalah melalui ekonomi produktif dalam bentuk kelompok,’’ pungkasnya. (SGT/K-8)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua