• Hari ini : Rabu, 17 Oktober 2018

Konseptor Humas Raih Predikat Camlaude

Banjarmasin, KP – “Jangan pernah menyerah dan tak ada istilah minder atau tak percaya diri’’.

Mungkin itulah prinsip hidup yang terpatri dalam hati Jumri SAg M.Ikom.

Betapa tidak, meski terlahir sebagai penyandang difabel atau berkebutuhan khusus, tidak menghalanginya untuk berkarya dan meningkatkan kemampuan hidup.

Pria kelahiran 3 Agustus 1977 ini baru saja menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana (S2) program Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Univetsitas Islam Kalimantan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari.

Tidak sekedar lulus, pria yang seharinya sebagai konseptor pidano gubernur Biro Humas dan Protokol (Humpro) Setdaprov Kalsel ini meriah predikat camlaude (pujian).

Dari 1.007 orang wisudawan di 15 program studi S1 dan S2, pejabat struktural Kasubag Publikasi dan Penerbitan Biro Humpro Setdaprov Kalsel ini, menempati peringkat 4 dengan IPK 3,82 pada wisuda, Sabtu (21/7) di Gedung Sultan Suriansyah.

Jumri memang dikenal oleh sahabat-sahabatnya sebagai sosok yang tangguh, pantang menyerah, dan pekerja ulet meski dengan keterbatasan fisiknya.

M Najamuddin S.Ag, sahabat akrabnya dari tsanawiyah hingga perguruan tinggi menuturkan, Jumri memang pribadi yang percaya diri juga berprestasi.

“Saat kami yudisium d Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Tahun 2001, dia termasuk 10 besar yudisium dengan nilai tertinggi.

Seingat saya, pernah juga dia menjabat Ketua Komisi Perlindungan Anak Provinsi Kalsel antara tahun 2007 hingga 2009, Ketua Forum Komunikasi Keluarga Anak dengan Kecacatan, bahkan sampai sekarang dia masih menjadi anggota Tim Pertimbangan Izin Pengangkatan Anak Provinsi Kalsel,’’ katanya.

Tak banyak kata yang keluar dari mulut Jumri saat diminta komentar. Ia hanya mengucapkan lima hal. “Bersungguh-sungguh, tawakkal, doa, sabar, dan syukur,’’ ujarnya.

Sementara, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, saat diminta komentarnya tentang pegawai yang mengikuti pendidikan lebih tinggi menyebut Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti Jumri patut dicontoh dan ditiru oleh pegawai lain.

Meski di tengah kesibukan sebagai seorang konseptor dan pejabat, namun masih menyempatkan diri menambah keilmuan dan pengalaman.

Menurutnya, Kalsel masih sangat membutuhkan peningkatan sumber daya manusia jika ingin berdaya saing.

“Dan peningkatan SDM itu salah satunya melalui belajar di perguruan tinggi, baik S1, S2, maupun S3,’’ bebernya.

Pada wisuda ke 38 Uniska MAB itu, gubernur juga memberikan hadiah kepada wisudawan/wisudawati terbaik berupa perjalanan ibadah umrah.

“Hadiah ini sebagai penyemangat, juga sebagai motivasi mahasiswa/mahasiswi yang lain agar lebih giat kuliah dan berprestasi, sehingga menjadi lulusan yang berkualitas dan berdaya saing, serta  berkontribusi di Banua kita,’’ ujar pria yang akrap disapa Paman Birin ini.(mns/K-2)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua