• Hari ini : Senin, 22 Januari 2018

Konsumsi Beras Organik

SUASANA – Apel Senin BKPP. (KP/Ist )
SUASANA – Apel Senin BKPP. (KP/Ist )

Batola, KP – Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Batola, Suwandi mengajak seluruh lapisan masyarakat Bumi Ijejela mulai sekarang untuk mengkonsumsi beras organik.

Ajakan tersebut dikatakannya mengingat di tahun 2016 ini, pertanian di Kabupaten Batola menerapkan padi organik. Tak tangung-tanggung, luasan lahan yang ditaburi benih padi tersebut sekira 40 hektar.

“Lahan untuk tanamnya di Kecamatan Belawang, Desa karang Buah. Untuk anaknya per rapung rata-rata 47 per batang, sedangkan untuk hasil panennya insyaallah di atas 8 ton,” ujarnya, saat menjadi upacara gabungan, Senin (25/7).

Lebih lanjut dikatakanya, untuk beras yang dimakan saat ini, residu nya sangat tinggi. Sehingga dikuatirkan akan bepengaruh pada kesehatan manusia. “Padahal beras tersebut kita kirim ke beberqapa pulau, seperti Banjarmasin, Kalteng dan pulau Jawa,” katanya.

Harapannya, dengan diterapkannya tanam padi tersebut masyarakat bisa merubah dari kimiawi menjadi organik atau semi organik.
Berdasarkan penelitian dari Prof Kartni dari Universitas Udayana Bali, terang Suwandi lagi, Air Susu Ibu (ASI) yang dikonsumsi anak balita mengandung residu pestisida sebesar 0,0067 ppl. “Oleh sebab itu, dengan mengkonsumsi beras organik akan mengurangi gangguan kesehatan pada anak-anak,” terangnya.

Dijelaskan Suwandi lagi, kegiatan tanam padi organik ini juga membantu pemeliharaan lingkungan hidup, karena selama ini banyak sampah bekas pestisida berhamburan di persawahan sehingga meninmbulkan pencemaran lingkungan persawahan.

“Manfaat lainnya sangat banyak, orang yang mengkonsumsi makanan organik tentunya akan lebih sehat, dengan kekebalan tubuh yang tinggi maka kinerjanya juga meningkat, dan daerah tanam padi organik juga bisa dijadikan kawasan wisata mengingat mengundang minat pengunjung,” jelasnya.

Suwandi menghimbau, para aparatur untuk menjadi agen-agen penyadaran penggunaan makanan organik. “Bagi masyarakat agar bisa menjadikan momentum ini sebagai manfaat perubahan yang signifikan,” tandasnya.  (adv/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua