• Hari ini : Rabu, 18 Juli 2018

Koperasi ‘Mati Suri’ Lebih Baik Bubar

Dinas Koperasi dan UKM bersama pihak Kementrian Koperasi dan UKM terus aktif melakukan sosialisasi agar koperasi yang tidak aktif atau mati suri lebih baik dibubarkan saja ada 38 persenan koperasi yang tidak aktif dari jumlah 2,500 koperasi.
Dinas Koperasi dan UKM bersama pihak Kementrian Koperasi dan UKM terus aktif melakukan sosialisasi agar koperasi yang tidak aktif atau mati suri lebih baik dibubarkan saja ada 38 persenan koperasi yang tidak aktif dari jumlah 2,500 koperasi.

BANJARMASIN, KP – Dinas Koperasi dan UKM Kalsel bersama pihak Kementrian Koperasi dan UKM terus melakukan sosialisasi terkait koperasi yang sudah tidak aktif atau mati suri ada sekitar 38 persenan dari 2,500 koperasi yang sudah tidak bisa dibina lebih baik dibubarkan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi sesuai permintaan dari pihak Kementrian Koperasi dan UKM agar koperasi tidak aktif atau mati suri segera dibubarkan saja sampai akhir tahun ini saja koperasi yang sudah kami bubarkan Kota Banjarmasin sebanyak 113 unit dan Kabupaten Tanah Laut sebanyak 54 unit,’’kata Kepala Dinas Koperasi dan UKNM Kalsel Bambang Supriadi, di Banjarmasin, Selasa (15/11)

Banyaknya koperasi yang mati suri tersebut sebagian besar akibat buruknya pengelolaan pengurus akibatnya usaha koperasi yang dirintis tak kunjung mengalami perkembangan yang baik lalu tutup sementara selanjutnya vakum dan tak berkegiatan lagi.

Sebelumnya pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap aktif dan non aktif agar usaha yang dijalankan dengan maksimal dan agar koperasi mereka bisa eksis lagi dan melakukan evaluasi yang mana yang memungkinkan untuk dihidupkan kembali dan yang tidak bisa lebih baik dibubarkan saja.

” Ini sangat penting agar mati surinya koperasi tidak berlarut-larut dan semakin lama,” tegasnya.

Disisi lain, lanjutnya, untuk mengurangi persentase koperasi yang mati suri Dinas Koperasi dan UKM Kalsel akan mengintensipkan pembinaan khususnya kepada koperasi yang baru terbentuk terutama dalam hal pengelolaan usaha koperasi agar lebih profesional lagi kedepannya.

Misalnya dalam memilih sumberdaya manusia dalam bisnis koperasi pihaknya akan coba arahkan memilih yang memang memiliki kompetensi dibidangnya tidak rangkap jabatan diperusahaan, hal itu karena jika SDM rangkap jabatan berpotensi tidak terurusnya bisnis koperasi.

Kemudian dalam berbisnis koperasi didorong untuk memanfaatkan teknologi jika berbisnis jual beli sembako hendaknya sudah bisa menggunakan sistem barcod hendaknya memanfaatkan teknologi informasi sebagai media pemasaran produk yang ditawarkan.

Untuk memasuki tahun 2017 ini diharapkan Dinas Koperasi kabupaten dan kota untuk bisa lebih aktif lagi untuk mengevaluasi koperasi yang ada didaerahnya kalau sudah tidak aktif lagi segera bubarkan saja,” tutup Bambang Supriadi. (hif/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua