• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Kotabaru Diingatkan Antisipasi Dampak Kemarau

AIR BERSIH – Sulit didapat akibat kemarau. (KP/Net)
AIR BERSIH – Sulit didapat akibat kemarau. (KP/Net)

Kotabaru, KP – Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan mengingatkan pemerintah kabupaten melakukan langkah antisipasi musim kemarau yang berdampak pada sulitnya penyediaan air bersih bagi masyarakat di daerah setempat.

Ketua DPRD Kotabaru Hj Alfisah di Kotabaru, Senin mengatakan, penyediaan kebutuhan dasar berupa air bersih bagi masyarakat merupakan tugas pemerintah daerah, dan hal ini pula yang menjadi salah satu fokus program pembangunan yang diusung pemerintah kabupaten saat ini.

“Menjadi bagian dari pemerintah daerah, kami (legislatif) bersama-sama eksekutif telah melakukan kebijakan dalam hal penganggaran yang diperuntukkan mendukung upaya perbaikan sistem distribusi air bersih oleh PDAM Kotabaru,” kata Alfisah.

Bersamaan itu lanjut dia, sudah makin dekatnya musim kemarau karena intensitas hujan semakin berkurang di Kotabaru pada umumnya, perlu diingatkan kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan usaha dalam mengantisipasi berlangsungnya musim kemarau.

Sebab diketahui, di setiap musim kemarau di Bumi Saijaan kerap terjadi masalah yang dialami masyarakatnya karena terbatasnya persediaan air bersih. Hal itu diakibatkan mengeringnya waduk atau bendungan, embung yang belum maksimal daya tampung air baku.

Dituturkan Alfisah, pihaknya sangat menyambut positif langkah pemerintah daerah dalam mencari alternatif-alternatif dalam penyediaan air bersih bagi warganya, sebagaimana yang pernah disampaikan yakni program bupati dengan melibatkan PDAM setempat untuk membuat program sumur bor yang disebar pada sejumlah kawasan pemukiman.

Bersamaan itu politisi Partai Nasional Demokrat ini juga menghimbau agar upaya mencari alternatif lain dalam menjaga ketersediaan air bagi warga Kotabaru ini tetap ada khususnya pada saat berlangsungnya musim kemarau, diantaranya dengan segera merevitalisasi embung (penambungan air baku) di daerah kecamatan dan desa-desa yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya.

Karena diakui masyarakat keberadaan embung di tempat tinggal mereka sangat membantu bagi warga desa ketika musim kemarau yang kebanyakan sumber air sudah mengering, meski kemarau belum lama.
Nasir, salah seorang warga Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan mengaku sangat bersyukur adanya embung yang ada di desanya. Pasalnya, pada saat kebanyakan warga desa lain keksulitan mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi, ia dan warga desa setempat masih bisa mendapatkan air dari embung.

“Dari dua embung ini bisa mencukupi hampir sebagian besar warga desa Bumi Asih yang berpenduduk sekitar 500 KK dengan ribuan jiwa,” katanya.

Atas usulan masyarakat yang melihat besarnya fungsi embung bagi masyarakat dalam pemenuhan air bersih khususnya pada musim kemarau, pemerintah kabupaten terhitung sejak 2013 telah membuat banyak program revitalisasi embung di sejumlah daerah.

Kembali Ketua DPRD Kotabaru Hj Alfisah mengungkapkan, selain pelaksanaan program sumur bor dipercepat, memaksimalkan bendungan atau waduk yang ada seperti Gunung Ulin, Tirawan dan lainnya, pemerintah daerah juga harus mengoptimalkan peran emmbung-embung yang ada di desa dan kecamatan. (net/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua