• Hari ini : Senin, 22 Januari 2018

Kotabaru Incar Sekolah Adiwiyata Asia Tenggara

Sekolah Adiwiyata. (Net)
Sekolah Adiwiyata. (Net)

Kotabaru, KP – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kotabaru, siap bersaing untuk merebut predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Asia Tenggara setelah berhasil menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional.

Ketua Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Kotabaru H. Akhmad Rivai di Kotabaru Minggu, mengatakan salah satu “tiket” untuk bisa maju bersaing memperebutkan predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Asia Tenggara, MAN Kotabaru harus sukses meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.

“Penilaian Sekolah Adiwiyata Mandiri akan digelar pada Maret-April 2017, dan mudah-mudahan MAN Kotabaru sukses meraihnya sehingga bisa maju ke tingkat Asia Tenggara,” katanya.

Rivai yang juga Kepala Dinas Cipta Karya Permukiman dan Perumahan Kotabaru menambahkan, pemerintah daerah mendukung dan meningkatkan koordinasi dengan MAN Kotabaru untuk tercapainya predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri dan melaju ke Adiwiyata Asia Tenggara.

Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Kotabaru H Abdul Muis, menambahkan pihaknya optimistis mampu meraih prerdikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, dan berharap bisa melaju ke tingkat Asia Tenggara.
“Beberapa persyataran menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri sudah kita penuhi, dan tinggal menunggu penilaian saja,” ujar dia.

Di antaranya, membina 14 sekolah terdiri dari, tiga SDN, tujuh SMPN dan satu MTs, dua SMA serta satu MA.

“Sebenarnya syarat menjadi sekolah adiwiyata mandiri cukup membina 10 sekolah, tetapi MAN Kotabaru telah berhasil membina 14 sekolah,” terangnya.

Persyaratan lainnya, melengkapi administrasi dan itu sudah terpenuhi, merubah bidaya murid-muridnya untuk mengola dan pengomposan sehingga sampah menjadi barang produktif atau memiliki nilai ekonomis.

Menyiapkan Green House atau rumah pembibitan tanaman, menjadi tempat pembelajaran, memiliki apotek hidup atau Tanaman Obat Keluarga (Toga), sekolah mempunyai bank sampah, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), dan Biopori atau daerah resapan air.

“Bahkan MAN Kotabaru juga sudah beberapa kali menjadi nara sumber di Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD),” paparnya.

Menurut Muis, keberadaan sekolah adiwiyata di Kotabaru menjadi hal yang penting, karena salah satu syarat untuk meraih penghargaan Adipura harusnya memiliki sekolah adiwiyata.

Sementara itu, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, dimana programnya diikuti oleh SD atau Madrasah Ibtidaiyah; SMP atau Madrasah Tsanawiyah, SMA atau Madrasah Aliyah; dan Sekolah Menengah Kejuruan atau Madrasah Aliyah Kejuruan negeri atau swasta yang terakreditasi.

Penilaian Program Adiwiyata dilakukan satu kali dalam setahun, dimana calon Sekolah Adiwiyata yang memenuhi nilai capaian sesuai ketentuan diberikan penghargaan Sekolah Adiwiyata yang terdiri atas Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten diberikan oleh Bupati.

Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi diberikan oleh Gubernur; Sekolah Adiwiyata tingkat nasional diberikan oleh Menteri dan menteri terkait; dan Sekolah Adiwiyata mandiri diberikan oleh Menteri dan menteri terkait. (net/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua