• Hari ini : Sabtu, 18 Agustus 2018

Kucuran Keringat Terhapus Senyum Pedagang

TAK RISIH – Meski menyandang status Kalsel 1, Sahbirin Noor tidak risih untuk masuk pasar yang sempit dan tidak wangi. Nampak didampingi beberapa pejabat ia memantau harga di Pasar Sentra Antasari.

LORONG jalan yang cukup sempit, suasana lingkungan pasar yang pengap, tak menyurutkan langkah Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, untuk menyapa Pedagang Pasar Antasari, Jl Pangeran Antasari, Banjarmasin Tengah, Selasa (17/4) pagi.

Mengenakan busana Korpri lengkap dengan peci hitam, Paman Birin, sapaan familiar Gubernur Kalsel itu, tanpa kikuk dengan kondisi suasana pasar, melintasi lorong-lorong los atau tempat pedagang berjualan.

Hampir sebagian besar pedagang di pertengahan blok pasar yang dulu bernama Pasar Subuh itu, tak luput dari sapaan ramahnya.

Beberapa kali terlihat, Paman Birin harus menyeka wajahnya dengan tisu karena kucuran keringat disebabkan suasana lingkungan pasar yang cukup pengap.

Kendati keringat mengucur dari tubuhnya, Paman Birin tetap melanjutkan langkah kakinya untuk menyapa pedagang dan masyarakat pengunjung. Mulai dari pedagang daging sapi, daging ayam, sayur , cabe serta telur, disambangi satu persatu.

Ya, kebersamaan dengan masyarakat pedagang di Pasar Antasari maupun pasar tradisional lainnya di Banua , bukan hanya pertama kali dilakukan Paman Birin.

Di sela waktu lengangnya menjalankan roda pemerintahan, suami dari Hj Raudhatul Jannah ini, meski tanpa pengawalan ajudan atau keprotokolan, sering berada di warung – warung atau tempat kerajinan rakyat.

“Paman Birin, datang lagi. Paman Birin datang lagi,” teriak seorang ibu pedagang daging, di salah satu bolok Pasar Antasari. “Paman boleh lah ulun (saya) umpat (izin) berfoto dengan pian (anda),” ucap Rahimah, pedagang daging lainnya.

Paman Birin pun dengan ramah mempersilakan seraya mengajak pedagang lainnya untuk ikut berfoto. “Datang lagi ke sini Paman lah,” timpal pedagang lainnya.

Hampir sebagian besar Pedagang Antasari mengenal sosok Paman Birin. Seperti diutarakan Nasrullah (41), pedagang sayur. Menurutnya, Paman Birin sudah beberapa kali datang ke pasar tersebut. Bagi pedagang, Paman Birin adalah salah satu sosok pemimpin yang merakyat dan gemar blusukan.

Melihat sambutan antusias pedagang, Paman Birin terlihat gembira. Rona wajahnya sangat ceria. Rombongan yang ikut bersamanya ditraktir makan pagi di warung-warung sekitar pasar. Bahkan beberapa warga atau pengunjung juga kebagian rezeki ikut sarapan pagi bersama gubernur.

Saat kunjungannya di Pasar Antasari, Paman Birin tidak sendirian, turut bersamanya Staf Ahli Kementerian Perdagangan RI, Radix Suswo P, Asisten Administrasi Pembangunan, H Hermansyah M, Kadiperindag Kalsel Birhasani, Karo Humas dan Protokol Setdaprov Kalsel, Kurnadiansyan, Kadis Pasar Pemko Banjarmasin Khairil Anwar, dan sejumlah pejabat.

Tujuan rombongan melakukan kunjungan ke Pasar Antasari di samping ingin silaturahmi juga mendata sejumlah kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran.

“Alahamdulillah dari hasil dialog langsung kami dengan para pedagang, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar, termasuk Pasar Antasari dalam kondisi stabil. Semoga tetap bertahan dan distribusi dari pemasok juga lancar,” doa Paman Birin. (humpro/mns/K-2).

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua