• Hari ini : Jumat, 22 Juni 2018

Laga Beraroma Penuh Dendam, Barito Tekuk PBFC 1-0

17-2klm-barito-jpg

Banjarmasin, KP – Bertarung dalam lanjutan turnamen sepakbola Torabika Soccer Championsships (TSC) yang berlangsung penuh aroma dendam, Barito Putera berhasil mempecundangi Pusamania Borneo FC 1-0 (0-0), di Stadion 17 Mei Banjarmasin Kamis petang (1/12) kemarin.

Gol semata wayang tim asuhan Yunan Helmi dan H Ismairi tersebut, dicetak Luis Carlos Junior pada menit ke 74, hasil tendangan bebas di luar kotak penalty.

Keberhasilan membobol gawang PBFC yang dikawal NaDEo Arga Winata tersebut, disambut gemuruh ribuan supporter Barito, yang sebelumnya sempat emosional; pada kepemimpinan wasit Tabrani dari Surabaya yang menganulir gool Adam Alis pada menit ke 69.

Peristiwa bermula ketika Junior melepaskan  tendangan bebas jauh dari kotak penalty,  tidak lengkeat dari tangan kiperr, sehingga terjadi rebound langsung disontek Adam Alis  dan bergulir ke dalam gawang Nadeo.

Penonton histeris dan bersorak menyambut gol tersebut yang kemudian dianulir wasit Tabrani. Sehingga mengundang reaksi penonton yang mengeluarkan teriakan mengejek wasit.

Untungnya tak berselang lama terjadi pelanggaran di luar kotak penalty, Junior melepaskan tendangan keras tidak terjangkau kipper Nadeo.

Ketinggalan satu gol, membuat PBFC berupaya meningkatkan gempuran, namun solidnya pertahanan Barito sulit ditembus ti, dari tepian sungai Mahakam tersebut dan bertahan hingga easit meniup pluit panjang.

Dalam laga panas kemarin, wasit mengeluarkan tiga kartu kuning, satu untuk pemain Barito Putera Muhammad Robby, dua untuk pemain PBFC, Plaveo Beck Junior dan Jepri Kurniawan.

Pel;atih Barito, Yunan Helmi juga mempertanyakan putusan wasit Tabrani menganulir gol Adam Alis, dengan alas an pemain tersebut dalam posisi offside.

‘’Padahal secara jelas terlihat, bola yang dilesakkan Adam Alis, karena rebound akibat kulit bundar lepas dari tangkapan nadeo. Di depan gawang masih ada beberapa pemain PBFC,’’ jelas Yunan Helmi.

Yunan juga memuji penampilan dan disiplin para pemainnya, sehingga mampu menyerang dan menghasilkan gol, kemudian bertahan secara terorganisir yang membuat gawang  Barito yang dikawal Imam Arief tetap utuh.

Yunan mengakui penampilan Barito kemarin tidak sebagus dalam laga terdahulu, penyebabnya karena factor kelelahan, setelah bertandang ke sumatera, kemudian kembali ke Banjarmasin kembali tampil melawan PBFC.

‘’Recovery pemain terlalu singkat, sehingga kondisi para pemain tidak terlalu fit, karena itu dalam laga lanjutan Minggu petang menjamu Persib Bandung, mereka harus melakukan rotasi secara cermat,’’ kata Yunan yang sangat berterimakasih pada semua pihak juga dukungan supporter, sehingga Barito bias meraih poin penuh.

Sementara head coach PBFC, Dragon Djukanovic menilai, laga kedua tim berlangsung menarik, kedua tim sama-sama mendapatkan beberapa peluang untuk mmbobol gawang lawan. Namun Barito lebih beruntung karena bisa menciptakan gold an keluar sebagai pemenang.

Disinggung tentang atmosfir panas dalam laga kedua tim, sehingga beberapa harus digotong keluar lapangan karena cedera. Beberapa lainnya harus dirawat sementara

Menurut Dragon dalam sepakbola benturan fisik  adalah hal yang  wajar, dan sebagai pemain professional yang menjung tinggi sportifitas, semua pemain setelah usai laga 2 x 45 menit langsung besalaman sebagai teman sesame pemain bola. (k-9)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua