• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Lapas Anak Martapura Berbasis Pesantren

hal-14-foto-3-2-klm-tinggi-7-cm-jpg

Martapura, KP – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Martapura segera berbasis pesantren sesuai julukan Kota Martapura sebagai kota Serambi Mekkah.

“Kemenkumham Kalsel sendiri bekerja sama dengan Pemkab Banjar guna mewujudkan Lapas berbasis pesantren ini,’’ tandas Kepala LPKA Martapura Tri Saptono, kemarin.

Dia mengatakan, dengan adanya pesantren di dalam Lapas, diharap mampu memberi hal positif bagi anak-anak dengan usia di bawah 17 tahun yang terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tersangkut tindakan kriminal di LPKA Martapura.

“Dengan adanya pesantren di LPKA Martapura atau biasa disebut Lapas Anak, diharap warga binaan disana menjadi Muslim berkualitas,’’ tandasnya.

Peresmian Pesantren Al-Taubah di LPKA Martapura, sambungnya, diagendakan disaksikan Dirjen Pemasyarakatan I Wayan K Dusak karena ini merupakan pionir sistem pembinaan berbasis pesantren di luar Pulau Jawa.

“Kerja sama LPKA berbasis pesantren itu dibiayai Pemkab Banjar. Ada 20 ustadz dan pengajar berasal dari MUI dengan 1 pengajar mendampingi 40 anak warga binaan pemasyarakatan, jadi ada 800 anak mengikuti program tersebut,’’ tandasnya.

Namun, sebelum mengikuti program tersebut, mereka harus menjalani assessment atau tes guna menentukan klasifikasi kelas.

Ada beberapa kelas disiapkan dalam pesantren, diantaranya kelas pemula, menengah dan mahir karena anak didik ini secara mental dalam tekanan, mungkin kurikulumnya lebih flesibel dan menarik. (wan/K-5)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua