• Hari ini : Kamis, 18 Januari 2018

Lima Anak Mencuri Demi Main Game Online

Tampak diantara lima orang anak yang masih berstatus pelajar, nekad mencuri dan anggota juga amankan barang bukti.
Tampak diantara lima orang anak yang masih berstatus pelajar, nekad mencuri dan anggota juga amankan barang bukti.

PALANGKA RAYA, KP – Lima orang anak yang masih berstatus pelajar nekad mencuri demi bermain Game Online atau biasa  disebut permainan playstation.

Kelima orang anak itu berinisial DM (16) Pelajar SMK Bhetel, BD (14) dan JM (14) pelajar SMP Kristen Nataniya.

Kemudian, SW (10) dan JS (8) anak SDN Menteng 2 Palangka Raya.

“Iya ada diamankan karena mencuri dan masih dalam proses,’’ kata Ipda Lidya Silaen, Senin (31/10), saat di Polres Palangka Raya.

Ia mengatakan kejadian berawal saat Minggu lalu (30/10) berdasarkan informasi masyarakat anak-anak ini kepergok dengan gerak-gerik mencurigakan.

Salah satu anak SD berjaga di depan luar pagar sekolah saat itulah terlihat oleh warga salah satu pelajar tersebut membuka gembok ruang perpustakaan dan mengangkut buku.

Namun kejadian tersebut sempat dibiarkan oleh warga yang saat itu melihat lalu memberitahukan kepada Kepala Sekolah SDN Menteng 2 Jalan Galaxi Induk.

“Tak lama kemudian datanglah kepala sekolah, melihat pintu kunci gembok sekolah sudah terbuka dan ruangan berserakan berantakan di bongkar pencuri,’’ kata Lidya Silaen.

Ketika ditanya apa saja barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian yaitu 3 dos buku, palu untuk membuka gembok dan 1 karung besar yang berisikan buku yang sudah siap dijual ke pemulung dengan total keseluruhan semua  Rp75 ribu.

Berdasarkan keterangan dari kepala sekolah kerugian yang dialami yaitu sekitar Rp13 juta.

Masalah ini diminta oleh kedua orangtua dan guru diselesaikan secara kekeluargaan dan para pelajar juga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Jika terjadi lagi akan kami tahan ujar,’’ ujar Lidya Silaen.

Sementara itu, salah satu dari kedua orangtua murid datang ke Polres, mengingat kedua anak mereka yang masih usia SD menjalankan pemeriksaan di ruang SPKT Palangka Raya.

Ny Ujang mengatakan pulang kerja dirinya tiba-tiba mendapat telpon dari Kepala Sekolah  bahwa dua orang anaknya mencuri buku dari ruang perpustakaan sekolah.

“Karena mendapat laporan tersebut orangtua murid masing-masing diminta menggantikan kerugian dengan nominal yang berbeda. Saya dikenakan 4 juta, tetapi saya tidak mau sama saja seolah bahwa sayalah induknya untuk menyuruh mereka mencuri buku itu. Anak saya sudah dikeluarkan oleh kepala sekolah dari SDN 2 Menteng Jalan Galaxi Induk.’’ ujarnya lagi.

Sementara Kepala Sekolah Hidrayati kepada Wartawan mengatakan ini hanya kenakalan anak-anak saja di luar dari pemantauan Guru dan orangtua.

“Mereka tidak akan dikeluarkan tetapi akan bina,’’ ujar Hidrayati. (nty/K-4)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua